RadarBangkalan.id - Empat korban tewas dalam insiden carok massal di Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dibawa ke RSUD Syarifa Ambami Rato Ebu (RSUD Syamrabu) Bangkalan pada Jumat (12/1) tengah malam.
Keempat korban tersebut akan dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian mereka.
Iring-iringan mobil jenazah tiba di RSUD Syamrabu sekitar pukul 23.25 WIB. Semua jenazah dikawal ketat aparat kepolisian dan Puskesmas Tanjung Bumi.
Baca Juga: Polres Bangkalan Selidiki Motif Insiden Carok Massal yang Menewaskan Empat Orang di Tanjung Bumi
Setibanya di RSUD Syamrabu, empat jenazah berlumuran darah tersebut digiring ke ruangan mayat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kasatsamapta Polres Bangkalan AKP Buntoro menjelaskan, ada empat jenazah yang dikawalnya dari Puskesmas Tanjung Bumi.
Keempatnya merupakan korban yang terlibat dalam insiden pengeroyokan dengan senjata tajam (sajam).
"Alhamdulillah mayat korban kami kawal dari Tanjung Bumi hingga RSUD Syamrabu Bangkalan," ungkap Buntoro.
Keempat korban itu saat ini tengah menjalani autopsi di ruangan pemulasaran jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan. Buntoro belum bisa memastikan luka-luka pada korban.
"Luka-luka kami belum tahu, yang jelas parah," sambungnya.
Buntoro memastikan tidak ada korban luka lainnya yang dirawat di Puskesmas Tanjung Bumi.
Empat korban yang tengah diautopsi itu merupakan warga asal Desa Larangan Timur dan Desa Bumi Anyar Kecamatan Tanjung Bumi.
Baca Juga: Tragedi Carok Massal di Tanjung Bumi Bangkalan, Empat Nyawa Melayang
"Kami hanya mengawal dan memastikan mayat korban aman sampai disini, selanjutnya silahkan ke Satreskrim," paparnya.
Peristiwa pembacokan itu terjadi pada Jumat (12/1) di Desa Banyu Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi. Empat korban tewas dalam insiden tersebut, sedangkan satu korban lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di Puskesmas Tanjung Bumi.
Polisi masih menyelidiki motif pembacokan tersebut. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti. ***