News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Penggerebekan Tempat Kos Mesum di Jombang, Tujuh Pasangan Diciduk Warga, Salah Satunya Anak SMP

Abdul Basri • Rabu, 17 Januari 2024 | 03:25 WIB

 

Penggerebekan kos mesum di Jombang berhasil mengamankan sejumlah pasangan bukan suami istri/ sumber : Radar Jombang/Anggi Fridianto
Penggerebekan kos mesum di Jombang berhasil mengamankan sejumlah pasangan bukan suami istri/ sumber : Radar Jombang/Anggi Fridianto

Radarbangkalan.id - Keberadaan kos dan tempat mesum di Jogoloyo, Sumobito, Jombang menjadi sorotan setelah warga setempat berhasil menggerebek tempat tersebut pada Senin (15/1/2024).

Penggerebekan tersebut dilakukan di Perumahan Buduran oleh sejumlah warga, perangkat desa, dan Bhabinkamtibmas, sebagai respons terhadap laporan tentang kegiatan mesum di wilayah tersebut.

Dilansir dari Radar Jombang (Jawapos Grup), razia tersebut tidak hanya menyasar tempat-tempat yang diduga sebagai tempat mesum, namun juga berhasil menciduk tujuh pasangan mesum.

Dalam kejadian yang mengejutkan, lima dari tujuh pasangan tersebut bahkan tertangkap sedang melakukan hubungan badan.

Lebih memprihatinkan lagi, salah satu dari pasangan tersebut ternyata adalah anak SMP di bawah umur yang masih mengenakan seragam.

Baca Juga : Tragedi Meninggalnya Sintiya Rustiyani, Siswa SMK Tamtama Karanganyar Tertimpa Baliho Caleg di Kebumen

Setelah tertangkap, ketujuh pasangan tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke Polres Jombang untuk dilakukan pendataan lebih lanjut.

Warga yang terlibat dalam penggerebekan berhasil mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk alat kontrasepsi yang diduga digunakan oleh pasangan mesum tersebut.

Baca Juga : Empat Mobil Ambulan Mengangkut Korban Carok Massal Tanjung Bumi Menuju Kamar Mayat RSUD Syamrabu Bangkalan

Tanggapan dari Kepala Desa Jogoloyo, Moh Toyib, mengungkapkan bahwa ada tujuh pasangan yang berhasil diamankan selama penggerebekan.

Menurutnya, saat penggerebekan, ada beberapa pelaku yang berhasil melarikan diri karena jumlah petugas yang terlibat relatif sedikit.

Ia juga menjelaskan bahwa perumahan tersebut telah disewakan untuk kegiatan mesum selama sebulan terakhir, yang menjadi penyebab penggerebekan ini.

Baca Juga : Subsidi BBM dan LPG Membengkak, Siapa yang Benar-Benar Untung?

"Kita amankan tujuh pasangan mesum. Tadi saat penggerebekan ada yang kabur. Karena jumlah kami sedikit sehingga kewalahan.

Sudah satu bulan ini perumahan ini disewakan untuk esek-esek. Makanya kami gerebek," terang Moh Toyib.

Penggerebekan ini sendiri bermula dari laporan warga yang menyatakan adanya tempat mesum di dalam Perumahan Buduran.

Kabar tentang keberadaan tempat tersebut sudah beredar sejak sebulan lalu di kalangan warga setempat, dan setelah mendapatkan informasi yang pasti, warga bersama perangkat desa dan Bhabinkamtibmas melakukan razia di sejumlah rumah di wilayah tersebut.

Baca Juga : Memori HP Penuh Bikin Ribet, Ini Cara Cepat Mengatasinya

Moh Toyib juga mengungkapkan bahwa terdapat lima rumah yang menjadi tempat kumpul kebo dengan harga sewa per jam sebesar Rp 30 ribu.

Pelaku menyewa kamar-kamar tersebut melalui media sosial Facebook, demikian disampaikan oleh salah seorang pemuda yang tidak ingin disebutkan namanya.

Dengan adanya penggerebekan ini, enam pasangan yang terjaring akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

Kisah penggerebekan ini menjadi bukti nyata akan ketegasan warga dalam menjaga moralitas dan keamanan lingkungan mereka. ***

Editor : Abdul Basri
#penggerebekan #kos #mesum #anak smp