RadarBangkalan.id - Aksi carok masal di Bangkalan, Provinsi Jawa Timur (Jatim), telah menyita perhatian masyarakat luas, terutama di wilayah tersebut.
Kejadian ini melibatkan duel dramatis 4 lawan 2 yang mengakibatkan penangkapan pelaku carok Hasan Tanjung dan adiknya Wardi oleh pihak kepolisian.
Hasan Tanjung dan Wardi menjadi pusat perhatian karena keberanian mereka dalam menghadapi lawannya yang diduga berjumlah 10 orang selama aksi carok di Bangkalan.
Sayangnya, akibat insiden tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dunia, termasuk kakak beradik Mat Tanjar dan Mat Terdam.
Peristiwa carok masal ini terjadi di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada 12 Januari 2024.
Korban tewas, yaitu Mat Tanjar, Mat Terdam, Najehri, dan Hafid, telah dimakamkan setelah kejadian tragis itu.
Masing-masing korban carok merupakan bagian dari satu kelompok, dengan tiga orang berasal dari Desa Larangan dan satu orang dari Desa Banyuanyar, meskipun asli dari Desa Larangan.
Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya, dalam press release pada 14 Januari 2024, menyampaikan bahwa saat kejadian, para pelaku sudah ditunggu oleh 10 orang dari kubu korban di tempat kejadian perkara (TKP). Hanya empat orang dari pihak korban yang turun ke arena.
Menurut keterangan Hasan Tanjung dan Wardi, mereka tidak hanya melawan empat orang, tetapi juga berencana membunuh lima orang.
Dalam video yang beredar, pelaku menjelaskan bahwa salah satu korban disuruh meninggalkan TKP sebelum peristiwa tragis itu terjadi.
Pria tersebut, yang menjadi tokoh misterius dalam kejadian ini, masih belum teridentifikasi oleh publik. Informasi ini menjadi sorotan warganet yang terus mencari tahu lebih lanjut tentang sosok tersebut.
"Diketahui bahwa ada 10 orang dari pihak musuh, namun hanya 5 orang yang terlibat dalam pertarungan melawan 2 orang," tulis akun Instagram yang mengunggah video tersebut.
"Namun, ketika sudah empat orang tumbang, satu disuruh pergi oleh pelaku" lanjutnya.
Selama aksi carok masal tersebut, Hasan Tanjung dan Wardi mengakui membawa celurit sebagai senjata untuk menghadapi empat orang tersebut.
Saat barang bukti ditampilkan, terlihat bahwa salah satu celurit milik korban masih menyimpan bekas darah, sementara celurit milik Wardi masih utuh dengan sarungnya.
Senjata tajam ini menjadi kunci dalam peristiwa ini, khususnya setelah berhasil direbut oleh Hasan dalam duel dengan salah satu korban yang akhirnya meninggal dunia.
Peristiwa carok masal ini meninggalkan banyak pertanyaan yang belum terjawab, sementara publik terus mencari rincian lebih lanjut tentang kejadian tragis di Bangkalan. ***
Editor : Azril Arham