RadarBangkalan.id - Duel carok yang tragis di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura, mengakibatkan empat orang tewas, yaitu Mat Tanjar (45), Mat Terdam (26), Najehri (42), dan Hafid (45).
Kejadian carok mengerikan di Bangkalan ini masih menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
Hasan Tanjung (39) dan Wardi (35), pelaku di balik tragedi carok mengerikan tersebut, saat ini telah berada di balik jeruji tahanan Polres Bangkalan.
Kakak beradik ini melakukan tantangan carok menghadapi sepuluh orang, di mana hanya lima orang yang benar-benar terlibat dalam duel carok.
Salah satu dari kelima orang tersebut berhasil selamat dari maut setelah Hasan Tanjung menyuruhnya untuk segera pergi.
Kabar tentang tindakan brutal Hasan Tanjung dan Wardi yang mengakibatkan empat nyawa melayang membuat Abdul Rahman, kakak keduanya, merasa sangat terkejut.
"Kaget bukan main, apalagi kejadiannya itu sama saya yang pernah kenal (korban) sebelumnya, sama-sama baik," ungkap Abdul dari YouTube tvOneNews pada Selasa, 23 Januari 2024.
Hasan Tanjung menghubungi Abdul melalui telepon, meminta pertemuan setelah sang adik melakukan aksi carok.
Pertemuan itu dilakukan di kebun dekat rumah, sebagai langkah menghindari potensi masalah lebih lanjut.
Abdul menceritakan bahwa adiknya tampak gemetaran setelah berhasil menumbangkan lawannya dalam duel carok.
Kejadian ini sungguh tak terduga, mengingat adiknya yang berwatak pendiam ternyata mampu mengakhiri nyawa orang.
"Enggak nyangka sama sekali. (Hasan) Bukan tipe orangnya gitu, tapi orangnya pendiam, enggak banyak omong sama sekali," jelas Abdul.
Menurut Abdul, aksi nekat adiknya dipicu oleh rasa tidak terima setelah dipukuli oleh Mat Tanjar.
Meski adiknya pendiam dan tidak memiliki riwayat masalah, kejadian tersebut mungkin menjadi pemicu tindakan tragis tersebut.
Dalam upaya menyelesaikan konflik, Abdul menyampaikan permohonan maafnya kepada keluarga korban yang tewas di tangan adiknya.
"Saya mewakili keluarga besar saya, adek saya, saya mohon maaf seribu maaf mungkin ini udah terlanjur, jadi ke depannya mudah-mudahan selamat semua," ucapnya.
Lebih lanjut, Abdul melanjutkan permintaan maafnya kepada istri saudaranya, yang masih merupakan keluarga bagi Abdul.
Ia menegaskan bahwa tidak ada niatan untuk terlibat dalam kekerasan tersebut.
Abdul berharap agar permintaan maafnya dapat diterima, sambil mengiringi doa untuk para korban yang telah tiada.
"Saya mohon maaf seribu maaf untuk diterima. Mudah-mudahan almarhum sama keluarganya Mat Tanjar semuanya diterima di sisi Allah," pungkasnya dengan penuh harap. ***
Editor : Azril Arham