RadarBangkalan.id - Sebuah kisah carok paling mengerikan terjadi di Bangkalan, yang berakhir dengan empat korban meninggal dunia.
Peristiwa tersebut melibatkan duel sengit antara Hasan Busri dan Mat Tanjar Cs.
Setelah peristiwa tragis itu, Hasan Tanjung dan saudaranya, Wardi, melarikan diri ke kebun karena ketakutan.
Setelah beberapa waktu berlalu, Hasan Tanjung dan Wardi memutuskan untuk menghubungi kakak Hasan, yang bernama Abdul Rahman, untuk meminta bantuan melaporkan kejadian ini kepada kepala desa.
Selanjutnya, keduanya dibawa pulang ke rumah untuk kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian.
Sebelum berangkat menuju kantor polisi, Hasan Tanjung memberikan pesan yang mendalam kepada kakaknya, Abdul Rahman.
Hasan Tanjung memohon agar kakaknya menjaga anak-anaknya yang masih kecil dengan memberikan mereka makan dan mendorong mereka untuk terus belajar ngaji.
Saat momen itu terjadi, ibu dan istri Hasan Tanjung menangis histeris, merasakan ketidakpastian dan kecemasan.
Hasan Tanjung meminta kepada Abdul Rahman untuk merawat anak-anaknya dengan penuh kasih sayang.
Abdul Rahman berkisah, "Dia bilang, tolong kasih makan anak saya, bilangnya ke saya, jaga, disuruh ngaji."
Setelah peristiwa ini, Hasan Busri dan adiknya mendapati diri mereka di balik jeruji besi karena keterlibatan mereka dalam carok maut tersebut.
Namun, ketakutan Hasan tidak hanya terbatas pada hukuman yang akan dijalaninya, melainkan juga terkait masa depan keluarganya.
Hasan Busri merasa khawatir akan kemungkinan serangan atau tindakan tidak terima dari keluarga korban, yang dapat berdampak buruk pada keluarganya.
Oleh karena itu, Hasan meminta kepada kakak dan keluarganya untuk berhati-hati dan mencari tempat yang aman.
"Sama abang saya, hati-hati, suruh menghindar," ucap Hasan Tanjung dengan nada khawatir.
Ia menekankan perlunya keluarganya untuk lebih berhati-hati dan menemukan tempat yang aman, mengingat potensi serangan dari pihak lawan.
Ketakutan Hasan Tanjung tidak hanya berkaitan dengan keselamatan keluarganya, tetapi juga dengan harapannya agar tidak ada lagi korban yang jatuh, setelah empat orang meninggal dunia dalam insiden tragis tersebut, termasuk Mat Tanjar.
“Hati-hati cari tempat aman,” tambah Hasan Busri, sambil mengingatkan bahwa ia tidak ingin terjadi lagi korban dalam konflik tersebut.
"Saya pesan sama keluarga saya, lebih baik mengalah, daripada harus mengabdi pada perbuatan yang dilarang sama hukum," tandas Hasan Tanjung dengan tegas, mencerminkan keinginannya untuk mencegah terjadinya kekerasan lebih lanjut dan merugikan pihak-pihak yang terlibat. ***
Editor : Azril Arham