RadarBangkalan.id - Kengerian kasus Carok Madura yang menimpa keluarga korban dalam duel 2 vs 4, melibatkan pelaku Hasan Tanjung dan Wardi, masih meninggalkan luka mendalam.
Saat ini, keluarga korban terpukul dan berduka.
Dalam pertarungan mengerikan itu, Hasan Tanjung dan Wardi, beradik yang menjadi tersangka,
berhadapan dengan sepuluh pendekar dan menyebabkan empat korban tewas, termasuk Mat Tanjar dan CS.
Namun, di balik kekejaman kasus carok Madura tersebut, ternyata terdapat hikmah besar yang mulai diungkap oleh netizen.
Kakak beradik Hasan Tanjung dan Wardi dinilai memiliki rasa persaudaraan yang tinggi, menjadi sorotan dalam kisah tragis ini.
Sosok Hasan Busri dan Mawardi pun menjadi fokus perhatian netizen yang mulai mencari hikmah dari kejadian carok tersebut.
Pernyataan netizen ini disampaikan melalui sebuah video yang diunggah dalam akun TikTok @ifanyaraihan, seperti dilansir oleh RadarBangkalan.id pada Rabu, 31 Januari 2024.
Ternyata, akun tersebut adalah milik Ifa, istri Wardi, yang memberikan klarifikasi tentang status suaminya yang seringkali dikira masih bujangan.
Ifa memutuskan untuk mengunggah foto pernikahannya dengan Wardi pada tahun 2012 sebagai bukti yang mengharukan.
Dalam kolom komentar, terdapat pernyataan netizen yang, meski menghadapi tragedi carok dengan korban jiwa, tetap mengekspresikan keharuan dan harapannya.
"Ora kenal Sam Wardi ora kenal Sam Hasan, tp dr mereka aku belajar apa arti persaudaraan yg sesungguhnya, semoga diberi jalan terbaik buat smuanya," komentar seorang netizen.
"Masya Allah...semoga cinta langgeng dunia sampai surga. Amin, ifanyaraihan istrinya Ade Wardi," tulis lainnya, mencerminkan simpati dan doa bagi keluarga yang terlibat dalam tragedi ini.
Wardi menjadi tersangka karena membantu kakaknya, Hasan Busri, dalam duel carok melawan Mat Tanjar.
Keduanya saat ini ditahan di Polres Bangkalan dan menghadapi ancaman hukuman maksimal seumur hidup.
Kasus ini menjadi sorotan publik yang tak hanya memilukan, tetapi juga mengajarkan arti sejati dari persaudaraan, menjadi pelajaran berharga dalam tragedi yang menyisakan luka mendalam.***
Editor : Raditya Mubdi