Radarbangkalan.id - Kerusuhan yang melanda Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di Pemerintah Kecamatan Parado, menggemparkan publik dikarenakan ketidakpuasan terhadap hasil penghitungan suara pada Rabu malam, tanggal 14 Februari 2024.
Sekitar 63 kotak suara dari 15 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di empat desa di wilayah tersebut menjadi sasaran amukan warga dan melakukan pembakaran 63 Kotak Suara.
Camat Parado, Hamzah, dalam penjelasannya pada Kamis, 15 Februari 2024, menyebutkan bahwa kejadian tragis ini terjadi di Desa Parado Rato, Parado Wane, Kanca, dan Lere.
Pelaku diduga merupakan sebagian warga yang tidak puas dengan hasil perolehan suara calon anggota legislatif (caleg) DPRD Bima dari Kecamatan Parado.
Baca Juga : Sungguh Kejam! Yudha Arfandi Diduga Membenamkan Dante Selama 54 Detik dan Menghalangi Upaya Selamat Korban
Menurut Hamzah, aksi perusakan dan pembakaran kotak suara bermula di Desa Parado Rato, namun, kemudian menyebar ke beberapa desa lain di Kecamatan Parado.
Meskipun aparat kepolisian berusaha meredam kerusuhan tersebut, namun kejadian serupa terjadi di beberapa titik lainnya.
Baca Juga : Kejutan Pilpres 2024: Prabowo-Gibran Unggul di Quick Count, Rosan Roeslani Dapat Apresiasi
Untuk mengatasi situasi yang semakin memanas, aparat keamanan telah melakukan langkah-langkah preventif dengan menyediakan personel bersenjata lengkap di setiap desa yang terdampak.
Hamzah menyampaikan rasa syukurnya atas kondisi yang mulai kondusif, dengan pengamanan dari satu pleton Brimob di setiap desa yang terkena dampak kerusuhan.
Namun, dari lima desa yang ada di Kecamatan Parado, hanya Desa Kuta yang tidak mengalami serangan terhadap kotak suara.
Di desa lainnya, sebagian kecil kotak suara berhasil diselamatkan dan diamankan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.
Baca Juga : Kalah dengan Terhormat: Pesan Pendukung Ganjar-Mahfud dalam Hasil Quick Count Pilpres 2024
Sementara itu, Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Parmas dan SDM Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima, Ady Supriadin, mengungkapkan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan terkait dampak dari pembakaran logistik tersebut.
Selain kotak suara, beberapa barang berharga milik anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) juga hilang dan turut dibakar oleh massa.
Ady menegaskan bahwa proses pendataan masih berlangsung dan meliputi semua kerusakan yang terjadi, termasuk kerugian pribadi para anggota KPPS.
Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa tidak ada laporan mengenai korban luka, karena para anggota KPPS langsung menyelamatkan diri saat kerusuhan terjadi.
Baca Juga : Banyak Dugaan Kecurangan! PDIP Mendorong Pembentukan Tim Khusus untuk Tanggapi Hasil Hitung Cepat
Dengan adanya kejadian ini, kondisi politik dan keamanan di wilayah tersebut menjadi sorotan, dan pihak berwenang terus melakukan langkah-langkah untuk meredam ketegangan serta memastikan situasi kembali kondusif bagi masyarakat. ***
Baca Juga : WOW! Prabowo-Gibran Unggul di TPS Rutan Kelas IIB Situbondo