News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Menteri Sosial Risma Soroti Dedikasi dan Kondisi Daerah Terpencil di Kunjungan Ke Desa Golo Wune

Raditya Mubdi • Selasa, 27 Februari 2024 | 16:42 WIB
Ketua DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini atau akrab disapa Risma merayakan HUT ke-51 PDIP bersama warga Kalianyar, tepatnya di RW 08/RT 08, Jakarta Barat, Rabu (10/1/2024). (Foto: Liputan6/Dokumentasi PDIP)
Ketua DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini atau akrab disapa Risma merayakan HUT ke-51 PDIP bersama warga Kalianyar, tepatnya di RW 08/RT 08, Jakarta Barat, Rabu (10/1/2024). (Foto: Liputan6/Dokumentasi PDIP)

RadarBangkalan.id - Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini, atau yang akrab dipanggil Risma, memimpin kunjungan kerja yang penuh makna ke Desa Golo Wune, Nusa Tenggara Timur.

Sebuah kunjungan yang tidak hanya menyoroti masalah infrastruktur atau program-program bantuan sosial,

tetapi juga menggarisbawahi pentingnya dedikasi dan keseriusan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama yang berada di pelosok desa.

Dalam perjalanannya, Risma tidak terlepas dari ekspresi kekecewaannya terhadap saran staf yang menyarankan untuk berlibur di Labuan Bajo selama kunjungan dinas.

"Saya berbicara dengan staf saya, 'Bu, ke Labuan Bajo, Ibu bisa berekreasi,' gila, saya melihat kondisi orang miskin saja saya tidak tega, mengapa saya harus berekreasi?

Saya tidak ingin itu," tegas Risma, memberikan sorotan terhadap prioritas yang seharusnya diutamakan.

Kekecewaan Risma muncul setelah salah satu pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengusulkan penyediaan motor trail agar para pendamping PKH dapat mencapai daerah-daerah terpencil.

Mendengar usulan tersebut, Risma terbawa emosi dan kecewa karena pendamping PKH di Papua mampu menjalankan tugasnya tanpa bantuan motor trail.

"Saya harus tegas. Di Kementerian Sosial, saya teguh dalam prinsip ini. Ketika saya masuk kantor jam setengah tujuh pagi, tidak ada yang sudah hadir.

Sekarang, ketika saya datang setengah tujuh pagi, banyak yang sudah ada," tambahnya, menegaskan bahwa dedikasi dan komitmen dalam bekerja harus diutamakan demi pelayanan yang maksimal.

Risma juga membawakan kisah inspiratif seorang pendamping PKH dari Yahukimo, Papua Pegunungan,

yang rela berjalan kaki selama tiga hari dua malam demi mendapatkan sinyal agar dapat berkomunikasi dengan Menteri Sosial melalui video call.

"Ingat, ada seorang pendamping PKH dari Yahukimo yang harus berkomunikasi dengan saya melalui video call.

Dia harus berjalan kaki selama tiga hari dua malam hanya untuk mendapatkan sinyal yang cukup," ungkapnya, menyoroti dedikasi luar biasa dari seorang pelayan masyarakat.

Menurut Risma, masih banyak warga yang membutuhkan perhatian, terutama di daerah-daerah terpencil.

Meskipun telah ada kemajuan dalam program-program bantuan sosial, ia menegaskan bahwa masih banyak yang memerlukan bantuan.

"Masih banyak saudara kita yang membutuhkan perhatian kita. Kita harus ingat bahwa jika mereka hidupnya menjadi lebih baik, kita juga berhak untuk hidup lebih baik.

Namun, jika mereka belum, kita juga tidak berhak termasuk saya," tutupnya dengan tegas.

Dalam kunjungan kerjanya, Risma mencermati dengan seksama kondisi infrastruktur dan program-program bantuan sosial.

Namun, lebih dari itu, ia menyoroti pentingnya memiliki hati yang peka terhadap kondisi masyarakat di daerah terpencil.

Dengan fokus pada dedikasi, keseriusan, dan keterlibatan langsung dengan masyarakat, Menteri Sosial Risma memastikan bahwa setiap langkah yang diambilnya memberikan dampak positif dan berarti bagi rakyat, terutama mereka yang berada di pelosok desa.***

Editor : Raditya Mubdi
#mentri Sosial #PKH #risma