Radarbangkalan.id – Adhy Karyono mengungkapkan bahwa pompa air sudah aktif di Pasuruan dan Mojokerto untuk mengatasi banjir.
Mesin pompa air dengan kapasitas 250 liter per detik telah disiapkan, bahkan mesin baru telah dipindahkan dari Pasuruan ke wilayah terdampak banjir di Bangkalan.
Selain itu, langkah-langkah tanggap darurat juga telah dilakukan, termasuk penggunaan mobil pompa di wilayah Blega serta penyediaan dapur umum di SMA Negeri 1 Blega.
Adhy Karyono menegaskan bahwa bantuan makanan untuk sahur dan buka puasa, serta kebutuhan makan bagi yang tidak berpuasa, akan tersedia di dapur umum tersebut.
Masyarakat yang membutuhkan dapat langsung mendatangi dapur umum tersebut.
Adhy Karyono juga secara aktif memberikan bantuan langsung, termasuk penyerahan logistik kepada Penjabat Bupati Bangkalan.
Meskipun terdapat penurunan genangan air di beberapa wilayah, beberapa daerah masih mengalami pemadaman listrik.
Dampak banjir ini mencakup ribuan kepala keluarga dan beberapa fasilitas umum seperti Kantor Kecamatan, Balai Desa, dan tempat ibadah.
Baca Juga : Banjir Membuat Akses ke Dua Kecamatan di Sampang Terputus, Halangi Akses Jalan Warga
BPBD Jatim terus melakukan langkah-langkah penanganan darurat, termasuk pendirian Pos Pengungsian dan dapur umum di SMAN 1 Blega Bangkalan.
Adhy Karyono juga memanfaatkan kesempatan untuk mengunjungi Pondok Pesantren Salafiyah Sa'idiyah di Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, yang juga terdampak banjir.
Genangan air mencapai ketinggian 30 hingga 100 cm, sehingga proses belajar mengajar bagi 1.350 santri harus dihentikan sementara.
Langkah-langkah tanggap darurat terus diupayakan untuk membantu masyarakat dan institusi yang terdampak banjir. ***