News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Pelaku Curanmor di Surabaya Melarikan Diri ke Bangkalan, Berakhir Tewas Dihajar Massa

Azril Arham • Rabu, 5 Juni 2024 | 21:43 WIB
Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com
Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

RadarBangkalan.id - Kasus pencurian motor kembali terjadi di Surabaya, namun kali ini pelakunya mengalami nasib tragis.

Seorang maling motor asal Surabaya berinisial SU (34) yang kabur ke Bangkalan, Madura, tewas dihajar massa setelah tertangkap basah mencuri sebuah motor matik.

Peristiwa ini bermula ketika SU, warga Kecamatan Simokerto, Surabaya, tertangkap basah saat beraksi mencuri motor di Surabaya.

Menyadari aksinya diketahui, SU langsung berusaha melarikan diri. Ia nekat kabur dengan melewati Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Bangkalan.

SU berhasil melewati Jembatan Suramadu dan terus memacu kendaraannya sejauh dua kilometer setelahnya.

Namun, upayanya untuk kabur berakhir di akses Jembatan Suramadu, tepatnya di Desa Morkepek, Kecamatan Labang, Bangkalan. Di sini, SU berhasil ditangkap oleh warga setempat yang sudah mengejarnya.

Menurut Kasi Humas Polres Bangkalan, Iptu Risna Wijayanti, setelah ditangkap, SU menjadi sasaran amukan massa yang marah atas tindak kejahatannya.

SU dihajar hingga babak belur oleh massa yang geram, dan tragisnya, ia tewas di tempat akibat luka-luka yang dideritanya.

"Setelah itu kami mendapat laporan dari warga dan petugas langsung ke lokasi untuk mengevakuasi tubuh SU," ujar Iptu Risna Wijayanti, Rabu (5/6/2024).

Menanggapi kejadian ini, polisi bergerak cepat untuk menyelidiki insiden pengeroyokan tersebut.

Empat orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan SU hingga tewas saat ini sedang diperiksa oleh pihak kepolisian.

"Kami masih mendalami kasus ini dan saat ini ada empat orang yang kami periksa terkait kejadian ini," pungkas Iptu Risna Wijayanti.

Kasus ini menjadi perhatian khusus bagi Polres Bangkalan dan Polrestabes Surabaya.

Polisi berupaya untuk mengungkap seluruh detail kejadian dan memastikan bahwa semua pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan ini dapat dimintai pertanggungjawaban.

Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui apakah ada pihak lain yang turut serta dalam aksi main hakim sendiri tersebut.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya tindakan hukum dan kewaspadaan masyarakat terhadap tindak kejahatan.

Meskipun emosi warga dapat dimengerti, tindakan main hakim sendiri tidak dibenarkan dan bisa menimbulkan konsekuensi hukum bagi mereka yang terlibat.

Polisi menghimbau masyarakat untuk selalu melaporkan tindakan kriminal kepada pihak berwajib dan tidak mengambil tindakan sendiri yang berpotensi membahayakan nyawa seseorang.

Dengan meningkatnya kasus pencurian motor di Surabaya dan sekitarnya, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem keamanan di lingkungan masing-masing.

Upaya bersama antara masyarakat dan aparat penegak hukum diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. ***

 

Editor : Azril Arham
#bangkalan #surabaya #pencurian motor #pelaku curanmor #curanmor #tewas dihajar massa