News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Ratusan KPM di Bangkalan Belum Cairkan Bantuan, Dinsos Sebut Banyak Penerima Sakit dan Meninggal

Azril Arham • Kamis, 8 Agustus 2024 | 22:57 WIB

 

Sejumlah KPM penyandang disabilitas menerima bantuan dari Dinsos Bangkalan pada Rabu (10/7).
Sejumlah KPM penyandang disabilitas menerima bantuan dari Dinsos Bangkalan pada Rabu (10/7).

RadarBangkalan.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus berupaya merealisasikan bantuan sosial di bidang rehabilitasi sosial (rehsos) bagi warganya yang membutuhkan.

Program ini mencakup berbagai kelompok masyarakat, termasuk lansia, anak-anak telantar, dan penyandang disabilitas.

Namun, meskipun sudah berjalan, masih terdapat ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum mencairkan bantuan mereka.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan, Agus Haryono, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan rehsos ini mulai direalisasikan pada akhir Juli lalu.

Bantuan tersebut disalurkan secara nontunai, dengan mentransfer dana langsung ke rekening masing-masing KPM di Bank Jatim.

“Proses pencairan sudah dimulai, hanya beberapa yang belum mengambil bantuannya,” ujar Agus pada Selasa (6/8).

Bantuan rehsos ini menyasar 1.260 KPM yang terdiri dari 600 penyandang disabilitas, 300 lansia, dan 360 anak telantar.

Namun, hingga Jumat (2/8), terdapat 179 KPM yang belum mencairkan bantuan mereka.

Menurut Agus, beberapa faktor menyebabkan hal ini terjadi, termasuk adanya KPM yang meninggal dunia.

“Beberapa KPM belum mengambil bantuan karena berbagai faktor, salah satunya adalah meninggal dunia,” katanya.

Selain kasus meninggal dunia, Agus juga menyebut bahwa banyak KPM yang mengalami masalah kesehatan yang serius, sehingga mereka belum bisa mencairkan bantuan.

Jarak tempat tinggal yang jauh dari bank yang ditunjuk sebagai mitra pencairan juga menjadi kendala.

“Kendala lainnya adalah banyak KPM yang sakit dan harus digotong. Sementara, pencairan harus dilakukan secara langsung oleh penerimanya,” jelasnya.

Setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp 200 ribu untuk satu kali pencairan.

Total anggaran yang disiapkan oleh Dinsos untuk program ini adalah Rp 252 juta, dengan sisa dana sebesar Rp 35 juta yang belum terserap.

 

“Kami akan berkoordinasi dengan Bank Jatim untuk kemungkinan mengantarkan bantuan langsung ke rumah KPM yang tidak bisa datang ke bank,” tambahnya.

Khusus untuk penyandang disabilitas, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga alat bantu bagi para difabel.

Agus mengeklaim bahwa seluruh bantuan untuk penyandang disabilitas sudah tersalurkan.

“Jika ada sisa anggaran, maka otomatis akan dikembalikan ke kas negara,” tegasnya. ***

 

Editor : Azril Arham
#bantuan sosial #dinsos #bangkalan #kpm #dinsos bangkalan