BANGKALAN – Puluhan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) turun ke jalan. Mereka menggelar aksi unjuk rasa (unras) di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Senin kemarin (3/6). Aksi itu mendapat respons langsung dari Bupati Bangkalan Lukman Hakim dan Wakil Bupati Moch. Fauzan Ja’far yang menemui massa di lokasi.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan sejumlah persoalan yang dinilai perlu segera ditangani pemerintah. Mulai dari isu keamanan, minimnya penerangan jalan, buruknya pengelolaan sampah, hingga ketimpangan infrastruktur dan layanan publik.
Menanggapi aspirasi itu, Bupati Lukman menyampaikan bahwa pihaknya masih dalam tahap awal memimpin pemerintahan. Ia menegaskan bahwa tidak ada konsep program 100 hari kerja bagi dirinya dan wakil bupati. Sebab, pembangunan daerah menurutnya harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Seperti soal sampah, kami tidak ingin hanya selesai di periode kami. Tapi bagaimana solusinya bisa berkelanjutan dan berjangka panjang,” ujarnya.
Bupati juga mempersilakan mahasiswa untuk menyerahkan aspirasi dalam bentuk tertulis, seperti dokumen hasil kajian atau rekomendasi kebijakan. Ia berjanji seluruh aspirasi yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai kemampuan dan prioritas pembangunan daerah.
“Kami terbuka untuk menerima masukan dari siapa pun, termasuk mahasiswa. Silakan sampaikan rekomendasi secara tertulis agar bisa menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan ke depan,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Mohammad Sugianto