News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Sulap Lahan Kosong Jadi Area Budi Daya Cabai, Taman Laku Dukung Ketahanan Pangan

Ina Herdiyana • Senin, 9 Juni 2025 | 05:43 WIB

SEGAR: Uun Fery, anggota kelompok urban farming Taman Laku di Perumahan Pondok Halim 2 Desa Burneh, Bangkalan, menunjukkan hasil panen cabainya, Minggu (18/5). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
SEGAR: Uun Fery, anggota kelompok urban farming Taman Laku di Perumahan Pondok Halim 2 Desa Burneh, Bangkalan, menunjukkan hasil panen cabainya, Minggu (18/5). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Tidak ada yang menyangka lahan yang kini dipenuhi ratusan pohon cabai di salah satu sudut Perumahan Pondok Halim 2, Burneh, Bangkalan, dulunya sering dijadikan tempat pembuangan sampah.

Berkat inovasi dari Jufri Kora, lahan tersebut kini terlihat asri dan bermanfaat.

Jufri menjelaskan bahwa kegiatan urban farming yang dipimpinnya telah dimulai sejak awal Januari lalu.

Baca Juga: Kasus Dugaan Malapraktik Lamban, Laporan Sudah Setahun di Polres Bangkalan

Dia terinspirasi setelah melihat unggahan di WhatsApp dari Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Bangkalan C. Hendry Kusuma Karyadinata yang menampilkan penggunaan polybag.

"Setelah itu, saya menghubunginya dan mendapatkan respon positif," kenang Jufri, yang merupakan ketua RW 9 di Desa Burneh, Kecamatan Burneh, Bangkalan.

Pria kelahiran 1964 ini mengungkapkan bahwa dari inspirasi tersebut, dia mulai berpikir untuk memanfaatkan lahan kosong di lokasi RW 9 Perumahan Pondok Halim 2.

Dia bertekad mengubah lahan yang sebelumnya kumuh dan menjadi tempat pembuangan sampah menjadi area budi daya pertanian yang produktif.

Baca Juga: Mobil Ertiga Nekat Tabrak Mobil Polisi, Diduga Muat Rokok Ilegal

"Saya berusaha menemui pemilik tanah untuk meminjam lahan sebagai urban farming. Alhamdulillah, mereka menyambut baik niat saya," tegasnya.

Jufri menyebutkan bahwa budi daya cabai yang dikelola oleh urban farming Taman Laku (Bertani Mandiri, Belanja Berkurang) kini sudah memiliki empat lahan meskipun tiga lahan lainnya masih dalam proses penanaman. Diperkirakan, empat lahan tersebut dapat menampung sekitar 700 pohon.

"Sistem penanaman menggunakan polybag. Jenis cabai yang ditanam adalah ORI 212. Di lahan pertama terdapat sekitar 200 pohon. Sejak panen pertama hingga kini, hasilnya mencapai enam hingga delapan kilogram lebih," tuturnya.

Jufri memilih cabai sebagai tanaman budidayanya bukan tanpa alasan. Ia menjelaskan bahwa cabai memiliki angka inflasi yang sangat tinggi.

Baca Juga: Aksi Kejar-kejaran Berujung Kecelakaan di Bangkalan, Mobil Ertiga Tabrak Patwal Polisi

Dengan adanya urban farming yang dikelolanya, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan warga dengan kualitas baik dan terjangkau.

Saat ini pengelolaan urban farming Taman Laku sepenuhnya diserahkan kepada tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga (TP PKK) setempat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana silaturahmi yang lebih bermanfaat serta mendukung gerakan ketahanan pangan nasional.

"Kegiatan rutin bagi ibu-ibu dilakukan dua kali seminggu untuk pemupukan dan penyemprotan daun setiap dua hari sekali agar tidak terkena hama. Jika terkena hama, daun bisa keriting. Kami terus menjaga tanaman meskipun sudah berbuah dan siap panen," jelasnya. (lil/luq)

 
 
 
 
Editor : Ina Herdiyana
#budi daya #bangkalan #lahan #Perumahan Pondok Halim 2 #burneh #tempat pembuangan sampah #cabai #lahan kosong