BANGKALAN, Radarbangkalan.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan tengah merancang pelaksanaan program Sekolah Rakyat (SR) tahun ini. Rencana sementara, gedung yang akan digunakan sebagai lokasi SR adalah Balai Diklat milik BKPSDM di Kelurahan Mlajah, Kecamatan Kota Bangkalan.
Namun, Ketua Dewan Pendidikan (DP) Bangkalan, Abdillah Rahman, menekankan bahwa pelaksanaan program SR tidak boleh mengganggu aktivitas sekolah formal yang sudah ada, terutama dalam hal rekrutmen guru.
“Rekrutmen tenaga pendidik untuk Sekolah Rakyat harus dilakukan secara profesional dan tidak hanya formalitas. Ini tanggung jawab Dinas Pendidikan,” ujarnya.
Abdillah menekankan pentingnya seleksi guru dan tenaga pendukung yang benar-benar kompeten serta memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Bangkalan. Menurutnya, keberadaan SR harus menjadi solusi nyata untuk menekan angka putus sekolah di wilayah tersebut.
“Program ini tidak boleh hanya sekadar eksis. Harus menghasilkan output yang berkualitas dan mampu membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang selama ini tertinggal,” tegasnya.
Ia juga mendorong Pemkab Bangkalan agar membuat roadmap jangka panjang untuk alumni Sekolah Rakyat. Tujuannya, agar mereka tidak hanya menyelesaikan pendidikan dasar selama 13 tahun, tetapi juga memiliki peluang melanjutkan kuliah.
“Salah satu caranya dengan menjalin kerjasama dengan universitas, baik di Bangkalan, Surabaya, maupun kota lain. Pemerintah bisa menggandeng kementerian pusat agar tersedia program beasiswa atau bantuan pendidikan lainnya,” sarannya.
Menurut Abdillah, upaya ini sangat penting untuk mencetak generasi emas Bangkalan di masa depan, sekaligus sebagai solusi strategis untuk menurunkan angka kemiskinan di daerah.
“Dengan pendidikan tinggi, generasi muda Bangkalan bisa lebih mudah mendapatkan pekerjaan, bahkan berpeluang menciptakan lapangan kerja sendiri,” pungkasnya.
Di sisi lain, Plh Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan, Ronny Sofiandri, menyatakan bahwa hingga kini pihaknya masih menunggu arahan resmi terkait proses pengadaan guru di program SR tersebut.
“Program ini masih dalam tahap koordinasi dengan pemerintah pusat. Belum final,” tutup Ronny.. (lil/yan)
Editor : Mohammad Sugianto