BANGKALAN, RadarBangkalan.id — Evaluasi 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan menjadi panggung kritik dan pengawasan terbuka terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam forum yang digelar DPD LSM LIRA Bangkalan, sorotan tajam datang langsung dari Bupati LIRA R. Mahmudi Ibnu Khotib.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus memantau dan mengontrol jalannya pemerintahan, khususnya OPD yang dianggap tidak serius menjalankan tugasnya.
“OPD yang tidak serius bekerja, dan neko-neko, jangan harap bisa hidup tenang. Karena kami akan terus memplototi semua kinerjanya. Berani melakukan penyimpangan, kami tidak segan-segan menyeret ke meja hijau,”tegas Mahmudi lantang di hadapan peserta forum.
Pernyataan keras tersebut disambut terbuka oleh Wakil Bupati Bangkalan Fauzan Jakfar. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah saat ini tidak anti-kritik, justru membutuhkan kontrol dari masyarakat sipil demi memastikan pembangunan berjalan sesuai jalur.
“Kami tidak alergi kritik. Justru pengawasan dan kontrol itu penting. OPD harus terus diawasi agar lima tahun ke depan tetap on the track dan bisa merealisasikan janji-janji politik yang sudah kami sampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Fauzan menambahkan, sinergi antara pemerintah, OPD, dan masyarakat harus terus dijaga agar perubahan yang diharapkan bisa terwujud. Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif LSM dan tokoh masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan.
“Kami solid, kami kompak. Kami terus bersama-sama melakukan pembenahan di Kabupaten Bangkalan. Saya yakin OPD kami satu visi dan misi dengan bupati dan saya sebagai wakil bupati,” tambahnya.
Meskipun mengakui masih banyak kekurangan dalam 100 hari pertama masa kepemimpinan, Fauzan menyampaikan keyakinannya bahwa kerja kolaboratif dengan OPD akan menghasilkan kemajuan nyata bagi masyarakat.
“InsyaAllah, kami akan terus melakukan yang terbaik demi kesejahteraan masyarakat Bangkalan,” katanya.
Forum evaluasi yang dihadiri unsur pimpinan OPD, akademisi, dan tokoh masyarakat ini menjadi ruang terbuka antara pemerintah dan masyarakat sipil. Kehadiran OPD pun dinilai sebagai bentuk keseriusan dan keterbukaan dalam menerima masukan.
“Terima kasih kepada para sahabat yang terus mengingatkan. Ini bukti bahwa kita semua cinta Bangkalan,” tutup pria yang juga menjabat sebagai ketua Koni Bangkalan itu.
Editor : Mohammad Sugianto