News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

10 Inovasi Ciamik Guru Sampang Warnai EJIES 2025 Dari Poster Keuangan hingga Pojok Curhat Siswa

Mohammad Sugianto • Senin, 16 Juni 2025 | 17:22 WIB
10 karya inovasi terbaik dari Cabdin Sampang akan lanjut ke tingjkat jawa timur
10 karya inovasi terbaik dari Cabdin Sampang akan lanjut ke tingjkat jawa timur

SAMPANG,Radarbagkalan,id – Ajang East Java Innovation Education Summit (EJIES) 2025 yang digelar Dinas Pendidikan Jawa Timur kembali jadi ajang unjuk karya paling bergengsi bagi para guru dan kepala sekolah di Kab. Sampang. Dari 20 inovasi yang masuk seleksi, 10 di antaranya dinobatkan sebagai yang terbaik. Karya-karya ini bukan hanya menarik, tapi juga punya potensi besar diterapkan luas di sekolah-sekolah Jatim.

Inovasi yang muncul tahun ini sangat beragam, mulai dari teknologi pendidikan, pengelolaan sekolah, inklusi, hingga pemberdayaan siswa. Berikut deretan 10 karya terbaik versi EJIES 2025 di Wilayah Cabdin Sampang:

  1. Finacy Edu – Sunah, S.E (SMAN 1 Ketapang)

Membawa warna baru dalam pendidikan literasi keuangan, Sunah menciptakan Finacy Edu, media pembelajaran yang mempermudah siswa memahami keuangan lewat poster edukatif. Uniknya, karya ini juga dibekali tutorial pembuatan dan template yang bisa langsung dipakai. Praktis dan aplikatif.

  1. SIMOWARU – Suherman Hidayat, S.Pd., MM (SMKN 1 Tambelangan)

Suherman menghadirkan sistem pemantauan canggih berbasis digital. Aplikasi SIMOWARU (Sistem Monitoring Warga Sekolah) memungkinkan kepala sekolah melacak aktivitas guru dan siswa secara real-time. Hasilnya? Manajemen sekolah makin efisien dan transparan.

  1. Lingkungan Nyaman Sekolah Ramah Anak – Imamatul Jamaliyah, S.Pd (SMKN 1 Omben)

Kepala sekolah satu ini membuktikan bahwa kenyamanan lingkungan bisa menunjang pendidikan ramah anak. Mulai dari taman terbuka hijau, sanitasi bersih, hingga budaya gotong royong siswa dalam menjaga sekolah—semua jadi satu kesatuan dalam inovasinya.

  1. Mesin Grafir CNC Laser Dioda – Drs. Mukani, MM (SMKN 2 Sampang)

SMK butuh praktik. Mukani menjawab tantangan itu dengan menghadirkan mesin grafir CNC Laser Dioda. Mesin ini digunakan dalam pembelajaran teknik dan membuka peluang usaha mandiri untuk siswa jurusan manufaktur.

  1. STARLA: Semangat Belajar Pancasila – Abd. Waris Rimoen, S.Pd (SMKN 3 Sampang)

Mengajak siswa cinta Pancasila dengan cara yang kekinian, itulah misi STARLA. Lewat video, kuis digital, dan sesi refleksi, siswa diajak memahami nilai-nilai dasar bangsa dengan cara menyenangkan dan relevan dengan zaman.

  1. SERADIN – Mustaqim, S.T (SMK Nurul Anwar)

Teknologi deep learning kini masuk kelas. Mustaqim mengembangkan SERADIN (Sistem Edukasi Realitas Digital Interaktif), platform cerdas yang menyesuaikan materi sesuai gaya belajar siswa. Pembelajaran lebih personal, hasil pun lebih maksimal.

  1. SAK3RA & MARLENA – Priyo Arif Wibowo, S.Kom., S.Pd (SLBN Banyuates)

Untuk siswa berkebutuhan khusus, Priyo menghadirkan dua alat bantu belajar: SAK3RA dan MARLENA. SAK3RA mengasah kreativitas, sementara MARLENA membantu latihan nada lewat media audio. Inklusi jadi nyata lewat pendekatan ini.

  1. TRIGTIS – Nikmatul Rahmah, S.Pd (SMAN 1 Sreseh)

Mengajarkan trigonometri dengan alat sederhana? Nikmatul sukses melakukannya lewat TRIGTIS (Trigonometri Tiang dan Inovasi Sorot). Tiang bendera dan senter dijadikan alat bantu visual yang memudahkan siswa memahami konsep sudut dan bayangan.

  1. Congklak Elektron – Anita Erlina, S.Pd (SMKN 3 Sampang)

Anita berhasil menyatukan budaya dan sains. Ia membuat congklak edukatif dengan muatan konfigurasi elektron. Siswa belajar kimia sambil bermain. Serius tapi tetap seru.

  1. Pojok Curhat Siswa – Mohammad Faisol Akbar, S.Pd (SMKN 1 Robatal)

Di tengah padatnya pelajaran, kesehatan mental siswa tak boleh luput. Faisol menciptakan Pojok Curhat, ruang nyaman di sekolah tempat siswa bisa menyampaikan isi hati. Didampingi guru BK, inovasi ini jadi oase di tengah tekanan belajar.

Ajang EJIES 2025 membuktikan bahwa inovasi tak selalu lahir dari laboratorium mahal. Kreativitas dan kepedulian terhadap siswa jadi modal utama.

“Kami bangga dengan karya para guru dan kepala sekolah ini. Mereka membuktikan bahwa pendidikan bisa terus berkembang lewat ide-ide sederhana tapi berdampak besar,” ujar salah satu juri dari Dispendik Jatim.

Melalui ajang ini, Dispendik berharap karya-karya inovatif tersebut bisa diadopsi secara luas untuk menjawab tantangan dunia pendidikan masa kini—lebih adaptif, humanis, dan berdampak nyata.

 

Editor : Mohammad Sugianto
#Pemkab Sampang #dispendik jatim #ejies 2025 #dispendik sampang