BANGKALAN,Radarbangkalan.id – Suasana haru menyelimuti kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Bangkalan. Dua orang jemaah lansia dilaporkan meninggal dunia di dalam pesawat satu jam sebelum mendarat di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jumat (20/6) dini hari.
Dua jemaah yang wafat tersebut adalah Mukatin Wakimin Samin (69 tahun) dan Salimah Deman Sadih (88 tahun). Keduanya tergabung dalam kloter SUB 29 dan berangkat bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Thof. Mereka berasal dari Kecamatan Burneh, Bangkalan.
Mukatin diketahui tinggal di Perumahan Pondok Halim 2, sementara Salimah berasal dari Dusun Burneh Barat, Desa/Kecamatan Burneh.
Baca Juga: Empat Jemaah Haji Asal Bangkalan Tumbang di Makkah, Ini Penyebabnya
Ketua KBIHU Al-Thof, Imam Tahmidillah menjelaskan bahwa Mukatin sempat mengalami batuk menjelang kepulangan dari Arab Saudi. Sementara Salimah memang sudah lansia dan mengalami keluhan kesehatan ringan seperti batuk, yang umum dialami para jemaah.
"Kondisi keduanya sebelumnya dalam keadaan cukup baik. Hanya batuk biasa, tidak ada gejala berat," ujarnya.
Kabar duka pertama kali diterima keluarga Mukatin sekitar pukul 04.30 WIB. Menantunya, Solihin, mengaku sempat melakukan video call bersama mertuanya sebelum keberangkatan dari Bandara King Abdulaziz.
“Masih sempat mengabari keluarga besar. Beliau terlihat sehat dan tidak mengeluh apa pun,” ungkap Solihin.
Baca Juga: Data Jemaah Haji Kacau, Arab Saudi Tegaskan Bukan Salah Mereka
Sementara itu, Adnan, anak bungsu Salimah, juga membenarkan bahwa ibunya meninggal di atas pesawat. Ia menyebut waktu wafatnya hanya berselang sekitar tujuh menit setelah Mukatin.
“Umi meninggal selisih tujuh menit setelah Pak Mukatin. Keduanya meninggal satu jam sebelum pesawat mendarat,” jelasnya.
Berdasarkan data dari Radar Madura, total jemaah haji asal Bangkalan yang wafat selama musim haji 2025 berjumlah empat orang. Selain Mukatin dan Salimah, dua lainnya adalah Supatmi, yang meninggal sebelum keberangkatan pada 11 Mei, dan Emmad Mahmud, yang wafat di Makkah pada 8 Juni lalu. (lil/jup)
Editor : Mohammad Sugianto