BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Bangkalan belum berjalan optimal.
Hingga awal pekan ini, ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) tercatat belum menerima pencairan tahap kedua.
Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Bangkalan Heru Wahjudi menjelaskan, bantuan yang bersumber dari Kementerian Sosial tersebut telah memasuki pencairan tahap dua. Namun, realisasinya belum menyentuh seluruh penerima.
Baca Juga: Dispendik Bangkalan Siapkan Rekrutmen Guru untuk Sekolah Rakyat
Data terkini per Senin (23/6) menunjukkan bahwa dari total 47.493 KPM, baru 33.886 yang telah menerima bantuan. Artinya, masih ada sekitar 13.607 KPM yang belum memperoleh hak mereka.
Heru menyebut, pencairan bansos PKH dilakukan melalui dua jalur, yakni PT Pos Indonesia dan lembaga perbankan milik negara.
Namun, hingga saat ini belum ada jadwal pasti terkait pencairan untuk sisa penerima.
”Bantuan yang belum cair kemungkinan akan disalurkan pada termin berikutnya. Tapi kami belum bisa memastikan kapan waktunya, karena seluruh kebijakan pencairan ditentukan oleh pusat,” jelasnya.
Baca Juga: Dua Kecelakaan Terjadi dalam Sehari di Lokasi Proyek Jembatan Pangeleyan, Sopir Harus Hati-Hati!
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa pendamping PKH di daerah hanya bertugas memfasilitasi laporan dan pengaduan dari KPM.
Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan memverifikasi status desil (tingkat kesejahteraan) penerima. Jika terbukti layak, dilakukan proses sanggah agar tetap mendapatkan bantuan.
Sementara itu, Rohimullah, pendamping PKH di Kecamatan Konang, menyampaikan bahwa belum ada keluhan dari KPM terkait pencairan tahap kedua.
Dia telah mengimbau seluruh penerima untuk rutin memantau rekening masing-masing.
”Kami sarankan cek rekening minimal dua minggu sekali. Sebab, jika bantuan tidak dicairkan dalam waktu satu bulan, dananya bisa dikembalikan ke kas negara,” ujarnya.
(lil/jup)