SAMPANG,Radarbangkalan.id-Seorang pelanggan IndiHome bernama Mohammad mengeluhkan proses pemberhentian layanan internetnya yang dinilai berbelit-belit dan tidak ramah. Mohammad datang langsung ke kantor layanan GraPARI dengan niat mencabut layanan IndiHome yang telah ia gunakan, namun malah mendapat perlakuan yang membuatnya kecewa.
Menurutnya , petugas customer service yang diketahui Bernama Nashville menanyakan banyak data tambahan dan bahkan berulang kali membujuknya agar tetap berlangganan. “Saya sudah mantap berhenti, tapi malah diminta data ini-itu dan diajak nego supaya tidak jadi cabut. Padahal saya sudah bilang tidak mau,” ungkap Mohammad kepada wartawan, Jumat (30/6).
Tak hanya itu, Mohammad juga merasa dilecehkan ketika pihak customer service menuding bahwa ia menyambungkan layanan IndiHome ke perangkat TV lain tanpa izin. Padahal, ia bersikeras tidak pernah melakukan hal tersebut.
“Petugasnya bilang saya pakai sambungan TV, padahal saya tidak pernah menyambung apa pun selain perangkat resmi. Seolah-olah saya pelanggan nakal,” keluhnya.
Ia berharap pihak IndiHome maupun GraPARI bisa memperbaiki kualitas layanan pencabutan pelanggan. Menurutnya, pelanggan berhak berhenti berlangganan dengan prosedur yang wajar dan tidak dipersulit, apalagi sampai dituduh macam-macam tanpa bukti.
“Bayar tagihan rutin saja saya disiplin, kok mau berhenti malah diperlakukan begini,” pungkasnya.
Sementara itu Customer Service yang melayani Mohammad tidak melayani dan memproses pemberhentian langganan dengan alasan sedang gangguan tekhnis. ”Bapak untuk proses hari ini tidak bisa, bapak balik lagi besok dengan membawa surat pernyataan bahwa bapak tidak pernah memasang sambungan televisi pada perangkat indihome,” pungkasnya.
Editor : Mohammad Sugianto