News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Revitalisasi SMP di Bangkalan Belum Dimulai, Anggaran Miliaran Masih dalam Proses

Ina Herdiyana • Jumat, 4 Juli 2025 | 20:20 WIB
ABDI NEGARA: Pegawai bagian pembinaan SMP Dispendik Bangkalan bekerja di ruangannya. (KHOLIL RAMLI/JPRM)
ABDI NEGARA: Pegawai bagian pembinaan SMP Dispendik Bangkalan bekerja di ruangannya. (KHOLIL RAMLI/JPRM)

BANGKALAN, RadarBangkalan.id Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan telah mengalokasikan dana lebih dari Rp 5,7 miliar untuk peningkatan sarana dan prasarana di 24 SMP negeri yang tersebar di 15 kecamatan.

Dana tersebut direncanakan untuk berbagai keperluan, mulai dari perbaikan ruang kelas hingga pembangunan pagar sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan Heru Aliwardana menyampaikan, hingga akhir semester pertama, pengerjaan fisik revitalisasi belum dimulai karena proses lelang dan perencanaan masih berlangsung.

Baca Juga: Selama Empat Tahun, Pemuda Tanah Merah Jadi Penadah Motor Curian

Dia menegaskan bahwa dana tersebut akan difokuskan pada perbaikan fasilitas sekolah.

Menurut Heru, anggaran itu mencakup berbagai kebutuhan seperti renovasi ruang kelas dan pembangunan fasilitas sanitasi dengan nilai proyek yang bervariasi, dari puluhan juta hingga miliaran rupiah.

Selain dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), Bangkalan juga mendapatkan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat untuk tiga sekolah, yakni SMPN 1 Socah, SMPN 2 Blega, dan SMPN 2 Kokop. Proses koordinasi terkait program ini masih berjalan.

Heru menargetkan bahwa pengerjaan bisa rampung antara Oktober hingga November. Sebab, sebagian besar proyek dinilai tidak terlalu berat dan bisa diselesaikan dalam waktu tiga bulan.

Baca Juga: Tahun 2025, Bangkalan Tak Dapat Program BSPS, Warga Hanya Andalkan Bantuan RTLH dari APBD

Pihaknya berkomitmen untuk terus memantau pelaksanaan proyek tersebut.

Dia juga menjelaskan bahwa revitalisasi hanya berlaku bagi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat.

Sementara kerusakan ringan bisa ditangani menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Revitalisasi hanya dilakukan pada bangunan yang tingkat kerusakannya minimal 30 persen.

Baca Juga: Renovasi Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan Dimulai, Dinkes Anggarkan Rp1,5 Miliar

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Bangkalan Abdillah Rahman menekankan pentingnya pemerataan fasilitas pendidikan agar tidak ada perbedaan mencolok antara sekolah di wilayah perkotaan dan pedesaan. Dia juga mendorong pemerataan tenaga pendidik.

Abdillah berharap tidak ada lagi kesenjangan antara sekolah yang dianggap unggulan dan yang tidak.

Semua sekolah, menurut dia, berhak mendapatkan fasilitas yang setara agar kualitas pendidikan bisa merata.

Dia menambahkan, peningkatan fasilitas harus menjadi prioritas pemerintah karena berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan dan sumber daya manusia.

Baca Juga: Kasus Premanisme di Bangkalan Jadi Sorotan: Warga Minta Proses Hukum Jalan Terus

Dengan begitu, Bangkalan dapat berkembang menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera. (lil/luq)

 

Editor : Ina Herdiyana
#sarpras #bantuan #Revitalisasi #bangkalan #smp #anggaran