PAMEKASAN, RadarBangkalan.id – Kebahagiaan menyelimuti wajah para tukang becak di Pamekasan. Sebanyak 25 pengayuh becak terpilih menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (14/7).
Bantuan itu memberikan harapan baru bagi mereka yang selama ini mengandalkan otot sebagai penggerak utama roda kehidupan.
Pagi itu, jalanan Pamekasan masih lengang. Angin pagi menyapu lembut kawasan kota. Namun, suasana di sekitar Mandhapa Agung Ronggosukowati tampak berbeda dari biasanya.
Baca Juga: Menunggu Data Lengkap, Dispendik Tunda Penggabungan SD di Bangkalan
Sejumlah becak berjalan beriringan memasuki pelataran. Mereka bukan sekadar pengayuh becak biasa, melainkan penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo.
Salah seorang di antaranya adalah Mukrawi, pria lanjut usia asal Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan.
Dengan keriput yang membingkai wajah dan rambut yang memutih di pelipis, dia tersenyum bahagia sembari menggenggam setang becak listrik barunya.
Wajah renta itu menjadi saksi bisu perjalanan panjang sebagai pengayuh becak sejak 1980-an, kala ongkosnya masih hanya Rp 2 sekali jalan.
Meski usia tak muda lagi dan pendapatan semakin tak menentu, Mukrawi tetap setia mengayuh becak demi mencukupi kebutuhan keluarga.
Kini dia menjadi salah satu dari 25 tukang becak yang mendapat bantuan kendaraan roda tiga listrik, yang diharapkan dapat meringankan pekerjaannya.
Bagi Mukrawi dan rekan-rekannya, becak bukan sekadar alat transportasi, melainkan sumber kehidupan. Kini dengan bantuan becak listrik, mereka tak perlu lagi menguras tenaga di tanjakan atau menahan beban berat sendirian.
Harapan baru hadir dalam bentuk kendaraan bertenaga listrik yang menjanjikan efisiensi dan kenyamanan.
Program bantuan ini dirancang untuk membantu para tukang becak lansia agar tetap bisa bekerja dengan lebih manusiawi.
Inisiatif ini telah digagas sebelum Prabowo menjabat sebagai presiden dan kini dilanjutkan dengan skema distribusi bertahap.
Tenaga ahli dari Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Herman Susilo menjelaskan bahwa bantuan diberikan berdasarkan kebutuhan tiap daerah dengan prioritas penerima berusia 60 tahun ke atas.
Dia menambahkan, becak listrik dapat digunakan selama 7–10 jam per pengisian daya, bergantung pemakaian dan perawatan. Pengisian daya dan tarif jasa diserahkan kepada tiap pengayuh.
Sementara itu, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman berharap, program ini benar-benar membawa dampak positif bagi kehidupan para tukang becak.
Dia optimistis jumlah bantuan akan bertambah pada tahap-tahap berikutnya.
”Saya yakin akan ada tambahan becak listrik untuk yang belum kebagian. Ini bisa menjadi titik balik bagi mereka untuk meraih penghasilan yang lebih layak,” ujar mantan anggota DPR RI itu penuh harap. (afg/yan)
Editor : Ina Herdiyana