News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Alfiah, Guru Inspiratif dari Bangkalan: Merangkai Inovasi, Menyalakan Semangat Pendidikan

Mohammad Sugianto • Rabu, 30 Juli 2025 | 17:32 WIB


Alfiah guru SMAN 1 Kamal
Alfiah guru SMAN 1 Kamal

Radarbangkalan.id – Di balik ruang kelas SMA Negeri 1 Kamal, Bangkalan, terdapat sosok pendidik yang tak sekadar mengajar, tapi juga menginspirasi dan menggerakkan. Namanya Alfiah, S.Pd., M.Pd., seorang guru Kimia yang baru-baru ini mengharumkan nama daerahnya lewat ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025. Ia menjadi satu-satunya perwakilan dari Kabupaten Bangkalan yang berhasil masuk dalam 50 besar karya inovasi terbaik se-Jawa Timur, sebuah pencapaian yang tak main-main mengingat kompetisi ini diikuti lebih dari puluhan ribu guru dan tenaga kependidikan dari seluruh penjuru provinsi.

Perjalanan Alfiah dalam dunia pendidikan dimulai dari desa kecil. Ia menamatkan pendidikan dasarnya di SDN Petung 1 pada 1988, lalu melanjutkan ke SMPN 1 Rambipuji, dan SMAN Rambipuji. Kecintaannya terhadap ilmu Kimia membawanya ke Universitas Negeri Malang, tempat ia menyelesaikan studi S-1 Pendidikan Kimia pada 1999. Dua dekade kemudian, ia membuktikan bahwa semangat belajar tak pernah lekang oleh waktu dengan meraih gelar magister dari Universitas PGRI Adibuana Surabaya pada 2021. Hebatnya, ia lulus sebagai lulusan terbaik di Program Studi Teknologi Pendidikan.

Pendidikan bukan sekadar teori bagi Alfiah. Ia adalah pemimpin pembelajar yang aktif di berbagai komunitas dan pelatihan pendidikan. Ia tercatat sebagai Instruktur Kurikulum 2013 Provinsi Jawa Timur, Instruktur Kurikulum Merdeka, hingga Instruktur Nasional Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 11. Perannya sebagai fasilitator dan pengajar praktik di berbagai angkatan Guru Penggerak, baik di Jawa Timur maupun Kalimantan Selatan, memperkuat posisinya sebagai salah satu pendidik yang diperhitungkan di level nasional.

Tak hanya aktif mengajar dan melatih, Alfiah juga dikenal sebagai penulis. Salah satu karyanya yang dipublikasikan di jurnal SYAIKHUNA membahas efektivitas model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan blended learning. Artikel itu menunjukkan ketertarikannya dalam mencari pendekatan-pendekatan baru yang relevan dengan kebutuhan murid masa kini.

Nama Alfiah makin diperhitungkan setelah karyanya yang berjudul Strategi Pembelajaran Kimia SERU” berhasil masuk nominasi 50 besar EJIES 2025. SERU merupakan akronim dari Sistematis, Eksploratif, Relevan, dan Unik. Strategi ini dirancang untuk menjawab tantangan pembelajaran Kimia yang sering dianggap sulit dan membosankan oleh siswa.

Photo
Photo

"Jujur, ini pencapaian luar biasa dan melebihi ekspektasi saya. Tapi saya yakin, setiap usaha dan dedikasi yang saya curahkan selama ini terasa terbayar lunas,” ucapnya dengan penuh syukur.

Dengan pendekatan ini, Alfiah ingin menghadirkan pembelajaran Kimia yang lebih bermakna. Murid diajak bukan sekadar menghafal rumus, tapi memahami konsep secara mendalam, relevan dengan kehidupan mereka, dan dikemas dengan metode yang kreatif serta menyenangkan.

Selain menjadi Ketua MGMP Kimia Produktif Bangkalan dan aktif di dua komunitas belajar di Platform Merdeka Mengajar (PMM), Alfiah juga menjabat sebagai Ketua Kombel SMANSAKA SMART dan sekretaris Kombel NGOPI AKSI. Komitmen ini menunjukkan bahwa baginya, pendidikan adalah tentang kolaborasi dan pertumbuhan bersama.

Atas segala kiprah dan dedikasinya, Alfiah menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur pada 2023 sebagai Guru SMAN Berprestasi Kategori Kinerja dan Inovasi dalam Mendidik. Ia juga menjadi Google Master Trainer, memperkuat kemampuannya dalam membawa teknologi ke dalam ruang kelas.

Bagi banyak guru muda, Alfiah bukan sekadar teladan, tapi juga bukti bahwa inovasi bisa datang dari mana saja – bahkan dari ujung timur Pulau Madura. Semangatnya menunjukkan bahwa menjadi guru bukan hanya soal mengajar, tapi membentuk masa depan bangsa lewat ide, dedikasi, dan ketekunan yang tak pernah padam.

“Saya ingin menunjukkan bahwa guru dari daerah pun bisa menciptakan inovasi besar. Selama kita terus belajar, berjejaring, dan tidak menyerah, kita bisa memberikan dampak nyata,” tutupnya. (gik)

 

Editor : Mohammad Sugianto
#cabdin dinas pendidikan #dispendik jatim #Guru Inovatif #ejies 2025 #Cabdin Jawa Timur