News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Rektor Universitas Al-Ahgaff Yaman Hadiri Acara Madura Bersalawat, Soroti Peran Pesantren dalam Masyarakat

Ina Herdiyana • Jumat, 1 Agustus 2025 | 19:35 WIB
PANUTAN: Rektor Universitas Al-Ahgaff Yaman Abuya Prof Habib Abdullah Baharun menyampaikan ceramah usai salawat bersama Majelis Muhibbin Sa’adah Wal Falah di Jalan Ketapang Daya, Sampang, Rabu (30/7).
PANUTAN: Rektor Universitas Al-Ahgaff Yaman Abuya Prof Habib Abdullah Baharun menyampaikan ceramah usai salawat bersama Majelis Muhibbin Sa’adah Wal Falah di Jalan Ketapang Daya, Sampang, Rabu (30/7).

SAMPANG, RadarBangkalan.id – Acara Madura Bersalawat yang diselenggarakan oleh Majelis Muhibbin Sa’adah Wal Falah di bawah pimpinan Habib Alwi bin Idrus Ba’agil di Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, Sampang, berlangsung istimewa pada Rabu (30/7) malam.

Acara tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Al-Ahgaff Yaman Abuya Prof Habib Abdullah Baharun.

Ribuan warga antusias mengikuti acara tersebut. Setelah melantunkan salawat bersama, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Abuya Prof Habib Abdullah Baharun, yang didampingi oleh Habib Muhammad Hanif Alatas sebagai penerjemah.

Dalam ceramahnya, Habib Abdullah memulai dengan menekankan pentingnya amalan saleh dan mendoakan agar semua yang hadir menjadi penghuni surga serta dijauhkan dari siksa neraka.

Dia menegaskan bahwa Indonesia adalah negara Islam terbesar di dunia, di mana sistem sosial dulunya terpusat pada keluarga dan madrasah.

Habib Abdullah menjelaskan bahwa ajaran untuk menghormati orang tua dan guru telah ditanamkan sejak lama.

Namun, di beberapa negara Asia, akidah sering kali menyimpang dengan menyembah Tuhan selain Allah.

Dia menambahkan bahwa sistem sosial di Indonesia telah mengalami pergeseran sejak kedatangan Islam, kini terpusat di masjid, keluarga, dan pesantren. ”Ini adalah pusat sistem sosial setelah Islam masuk ke Asia," ujarnya.

Dia juga menjelaskan bahwa Islam dibawa oleh Wali Sanga, yang merupakan keturunan Rasulullah, dengan mendekati para raja, yang saat itu merupakan kasta tertinggi dalam masyarakat.

Setelah Islam masuk ke kerajaan, banyak guru yang memeluk agama Islam, dan pesantren mulai berdiri di Bumi Majapahit.

Pesantren memiliki peran penting dalam menjaga sistem sosial dan menjaga persatuan masyarakat.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan! Hanya 27% Aset Pemkab Bangkalan yang Bersertifikat, Legislator Desak Sertifikasi untuk Hindari Sengketa

Meskipun Indonesia dijajah, pesantren dan tokohnya tetap tidak dapat dikuasai oleh Belanda. ”Salah satu keistimewaan pesantren adalah independensinya,” tuturnya.

Namun, kolonialisme berusaha melemahkan pesantren dengan menyebarkan pemikiran sekularisme, liberalisme, dan pluralisme, serta menciptakan stigma negatif terhadap santri.

”Tetapi, umat Islam tetap berkembang dengan pertolongan Allah,” ungkapnya.

Di tengah kemajuan teknologi, Habib Abdullah mengingatkan masyarakat untuk bijak menggunakan internet.

Dia mengakui manfaat internet, tetapi juga menyoroti potensi penyalahgunaan yang dapat merugikan, terutama bagi anak-anak yang merasa tidak memerlukan guru.

”Internet dapat memengaruhi kehidupan sosial dan keluarga. Ini adalah tantangan yang harus kita hadapi,” paparnya.

Habib Abdullah mengajak pemerintah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keberadaan pesantren, mengingat propaganda untuk menghancurkannya masih terus berlangsung.

Dia menekankan pentingnya kolaborasi antara presiden dan ulama untuk menghentikan konspirasi yang mengancam pesantren, keluarga, dan masjid.

”Tiga sistem sosial ini adalah fondasi terkuat bagi masyarakat. Jika pesantren rusak, maka Indonesia akan rusak,” tegasnya.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh ulama dan pejabat pemerintah, termasuk Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman, dan Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfudz.

Bupati Pamekasan mewakili Habib Alwi bin Idrus Ba’agil mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi dalam kesuksesan acara tersebut dan berharap agar kegiatan ini semakin mendekatkan masyarakat kepada Rasulullah. (bil/jup)

 

Editor : Ina Herdiyana
#Madura Bersalawat #sampang #Prof Habib Abdullah Baharun #ketapang #Rektor Universitas Al Ahgaff Yaman