BANGKALAN,Radarbangkalan.id – Perkembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bangkalan masih tergolong lambat. Hingga pertengahan tahun ini, baru dua dapur yang benar-benar beroperasi, yakni Dapur Reguler Kodim 0829 Bangkalan dan Dapur Pondok Pesantren Al-Anwar Modung.
Kendati jumlahnya masih minim, geliat program ini mulai terlihat di sejumlah kecamatan. Sebanyak 11 dapur lainnya saat ini tengah menjalani proses verifikasi lapangan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebelum dapat dinyatakan resmi beroperasi.
Berdasarkan data yang dihimpun, 11 lokasi dapur SPPG tersebut tersebar di berbagai wilayah, di antaranya:
- Yayasan Al-Munir Jaya Barokah, Dusun Kwanyar, Desa Bumi Anyar, Kec. Tanjung Bumi
- Yayasan Masjid Miftahussalam, Desa Mlajah, Kec./Kota Bangkalan
- Yayasan Al-Munir Jaya Barokah, Desa Kombangan, Kec. Geger
- Yayasan Sehat Luhur Mandiri, Kel. Martajasah, Kec./Kota Bangkalan
- Yayasan Sehat Luhur Mandiri, Desa Bumi Anyar, Kec. Tanjung Bumi
- Yayasan Al-Munir Jaya Barokah, Desa Banyusangka, Kec. Tanjung Bumi
- Garda Rajowangi Bela Bangsa, Desa Tlokoh, Kec. Kokop
- Yayasan Sehat Luhur Mandiri, Kel. Mlajah, Kec./Kota Bangkalan
- Yayasan Al-Ghozali Dua, Desa Kompol, Kec. Klampis
- Berkah Nusantara Peduli, Desa Patereman, Kec. Modung
- Yayasan Ash-Shafiyah, Desa Patereman, Kec. Modung
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Bangkalan, Bambang Budi Mustika, menjelaskan bahwa penambahan dapur SPPG ini menjadi salah satu prioritas.
“Kalau seluruh proses verifikasi ini berjalan lancar, jumlah dapur SPPG kita akan bertambah dari dua menjadi 13 titik,” ujarnya.
Bambang menegaskan bahwa keberadaan dapur-dapur ini bukan sekadar formalitas. Fungsinya sangat vital untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama bagi siswa di sekolah-sekolah negeri.
“Penambahan ini diharapkan bisa memperluas jangkauan layanan MBG, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat di berbagai pelosok Bangkalan,” tambahnya.
Meski optimistis, Bambang mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak hanya pada penambahan jumlah dapur.
“Yang terpenting juga adalah memastikan kualitas makanan, ketersediaan bahan pangan, dan pemerataan distribusinya. Karena program ini harus benar-benar berdampak pada peningkatan gizi, khususnya bagi pelajar,” tegasnya.
Bambang juga menyebut, koordinasi dengan BGN dan para mitra yayasan akan terus dilakukan agar proses verifikasi dapat dipercepat.
“Kami bersama mitra dan BGN optimistis, perluasan dapur SPPG di Bangkalan ini akan berjalan sesuai rencana. Target pemenuhan gizi gratis bagi masyarakat bisa tercapai kalau semua pihak bergerak bersama,” pungkasnya.(gik)
Editor : Mohammad Sugianto