News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Upacara Kemerdekaan Digelar di DAM Tunjung, Petani Antusias dan Menghayati Makna Nasionalisme

Ina Herdiyana • Senin, 18 Agustus 2025 | 18:56 WIB

 

NASIONALIS: Ketua Komisi D DPRD Jatim Abdul Halim menjadi pembina upacara HUT Ke-80 kemerdekaan RI di DAM Tunjung, Kecamatan Burneh, Minggu (18/8).
NASIONALIS: Ketua Komisi D DPRD Jatim Abdul Halim menjadi pembina upacara HUT Ke-80 kemerdekaan RI di DAM Tunjung, Kecamatan Burneh, Minggu (18/8).

BANGKALAN – Sukacita menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan RI ditunjukkan dengan beragam cara.

Salah satunya, menggelar upacara bendera di DAM Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan.

Cara itu dilakukan Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PU SDA) Jatim. Juga, UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Kepualayan Madura.

Ketua Komisi D DPRD Jatim Abdul Halim menyatakan, upacara yang digelar di dekat aliran sungai tersebut sebagai wujud syukur atas peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Juga, bentuk nyata dalam rangka mendukung program prioritas pemerintah pusat. ”Yaitu, mewujudkan ketahanan pangan secara nasional untuk lima tahun ke depan,” ujarnya.

Pihaknya berkomitmen menjaga saluran irigasi agar berfungsi secara maksimal sehingga mampu memenuhi air di seluruh persawahan. Dengan demikian, petani mampu meningkatkan produktivitas pertaniannya.

Sebagian besar lahan pertanian di Madura berstatus sebagai tadah hujan. Maka keberadaan saluran irigasi yang saat ini berfungsi dengan baik harus dirawat secara maksimal. Agar mampu mengaliri lahan pertanian warga meski di musim kemarau.

Halim menambahkan, terdapat persoalan klasik yang kerap terjadi di Madura, utamanya Kabupaten Bangkalan.

Saat musim kemarau, beberapa wilayah di Kota Salak mengalami kekeringan. Sedangkan saat musim hujan direndam banjir.

”Masalah ini akan kami selesaikan bersama pemerintah provinsi. Termasuk mencari sumber mata air yang mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” katanya.

Kepala UPT PSDA WS Kepulauan Madura di Pamekasan Anton Deniswara menyatakan, ada beberapa alasan yang mendasari lembaganya menggelar upacara HUT kemerdekaan di dekat sungai. Antara lain, sesuai dengan semangat yang diusung Dinas PU SDA Provinsi Jatim.

”Yakni, bersih dari sampah, saluran irigasi melimpah, dan ketahananan pangan tercapai,” ujarnya.

Upacara kemerdekaan yang digelar juga melibatkan petani, tokoh masyarakat dan tokoh agama, salah satunya KH Imron Abdul Fatah.

Pihaknya bersyukur, antusiasme petani dalam memperingati HUT kemerdekaan dari dekat aliran sungai sangat luar biasa. (jup)

Editor : Ina Herdiyana
#bangkalan #jatim #pu sda #hut kemerdekaan ri #burneh #dam #nasionalisme #upacara