BANGKALAN,Radarbangkalan,id – Ketua Komisi II DPRD Bangkalan menyoroti adanya kebuntuan komunikasi antara petani, khususnya petani tembakau, dengan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Bangkalan. Menurutnya, keberadaan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) di Bangkalan bisa menjadi solusi konkret untuk menjembatani persoalan tersebut.
“Alhamdulillah, di ruang ini ada APTI yang ingin menjembatani persoalan petani tembakau di Bangkalan. Jujur saja saya bangga dengan kehadiran APTI. Ini jalan yang harus terus diperkuat karena landasan hukumnya sudah ada,” ujarnya saat menghadiri forum dialog tembakau yang digelar APTI Bangkalan kamis (21/8).
Ia menambahkan, saat ini tercatat sudah ada 18 perusahaan rokok yang masuk ke Bangkalan. Kondisi ini, kata dia, menjadi peluang besar sekaligus tantangan. “Bayangkan, bagaimana nanti menyediakan tembakau jika perusahaan-perusahaan ini sudah beroperasi. Dengan kondisi sekarang, pasokan masih kurang. Inilah potensi pasar yang harus dimaksimalkan,” tegasnya.
Politikus tersebut juga berharap, dengan jaringan yang dimiliki APTI, petani tidak akan kesulitan dalam pemasaran tembakau. Apalagi, sektor pertanian masuk dalam visi misi Bupati Bangkalan. “Terkait infrastruktur pertanian, kita tidak usah kecil hati. Kalau di tengah jalan tidak berjalan atau diabaikan, mari kita tagih. Kita punya dasar hukum dan pijakan literasi yang jelas,” katanya.
Lebih lanjut, pihaknya memastikan komisi akan menindaklanjuti hasil pertemuan dengan meminta data dari Dinas Pertanian (Disperta). Data tersebut nantinya akan diklasifikasi untuk memperkuat langkah strategis. “Kalau memang lima kecamatan menjadi sentra tembakau, mari kita maksimalkan kecamatan yang ada itu agar linbung (lindungan tumbuh) tembakau semakin luas,” ungkapnya.
Ia pun menitipkan harapan besar kepada APTI agar tidak berhenti pada tataran wacana. Menurutnya, APTI harus mampu membuat gebrakan sehingga sejarah mencatat peran nyata mereka dalam mengembangkan tembakau Bangkalan. “Setidaknya, bisa mengubah mindset petani di wilayah utara agar melirik tembakau sebagai komoditas unggulan,” tambahnya.
Soal infrastruktur, ia memastikan akan memperjuangkannya bersama legislatif dan eksekutif. “Insya Allah ke depan urusan infrastruktur akan kita kawal bersama. Mari kita serius menjadikan tembakau sebagai potensi baru untuk menggerakkan perekonomian Bangkalan,” tandasnya.
Editor : Mohammad Sugianto