News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Tiga Bayi Dibuang , Satu Meninggal, Dua Selamat, Tragedi Pamekasan dalam Sepekan

Ina Herdiyana • Senin, 6 Oktober 2025 | 17:27 WIB
CARI PETUNJUK: Polisi mendatangi TKP penemuan bayi di pinggir jalan Desa Gro’om, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Jumat (3/10).
CARI PETUNJUK: Polisi mendatangi TKP penemuan bayi di pinggir jalan Desa Gro’om, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Jumat (3/10).

PAMEKASAN – Kasus pembuangan bayi marak terjadi di Kabupaten Pamekasan. Dalam sepekan terakhir, ditemukan tiga bayi dibuang di tiga lokasi berbeda. Kasus ini terjadi sejak Minggu (28/9) hingga Jumat (3/10).

Kasus pertama terjadi di Desa Bulangan Barat, Kecamatan Pegantenan, Minggu (28/9) siang. Warga curiga melihat gundukan tanah baru di pemakaman keluarga.

Setelah digali, warga dikejutkan dengan temuan bayi laki-laki yang sudah meninggal.

Unit Reskrim Polsek Pegantenan dan tim inafis Polres Pamekasan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hingga kini, pelaku belum terungkap. Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Doni Setiawan mengakui pihaknya masih melakukan pendalaman.

”Untuk pelaku pembuang bayi, sampai sekarang belum bisa kami ungkap. Tim masih bekerja keras di lapangan,” tutur perwira pertama (Pama) Polri dengan pangkat tiga balok emas di pundaknya itu.

Kasus kedua terjadi di Desa Gro’om, Kecamatan Proppo, pada Kamis malam (2/10). Rosyid Latif, warga Desa Astapah, Kecamatan Omben, Sampang, menemukan bayi perempuan di pinggir jalan.

Awalanya, dia curiga ketika melihat kardus tersebut. Saat diperiksa, terdengar tangis bayi dari dalamnya.

Rosyid bersama warga segera mengevakuasi bayi mungil itu. Setelah diperiksa, bayi tersebut berusia sekitar dua minggu, berat 3,8 kilogram dan tali pusar sudah dilepas.

Kapolsek Proppo bersama tim sudah ke lokasi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kasihumas Polres Pamekasan AKP Jupriadi membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas dan motif di balik pembuangan bayi tersebut. Polisi juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Tembakau Kembali Jadi Primadona, Lahan Pertanian di Bangkalan Menghijau

Jupriadi mengingatkan pentingnya kepekaan sosial. Menurutnya, bayi tersebut berhak hidup dan mendapatkan kasih sayang.

”Kami berharap kejadian serupa tidak terulang. Setiap anak berhak hidup dan dicintai,” ungkap mantan Kapolsek Waru itu.

Tak sampai berselang dua hari, warga sekitar Terminal Ronggosukowati, Pamekasan dikejutkan dengan penemuan bayi yang dibungkus plasti pada Jumat (3/10) malam.

Bayi itu ditemukan dalam kondisi lemah. Belum diketahui jenis kelaminnya.

Kapolsek Tlanakan AKP Zainullah membenarkan penemuan bayi di Terminal Ronggosukowati Pamekasan itu.

Saat ini proses penyelidikan masih berlangsung. Dia berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut terkait kasus tersebut. (afg/bil)

Editor : Ina Herdiyana
#Proppo #dibuang #pamekasan #tkp #bayi