BANGKALAN — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) BIMA Universitas Trunojoyo Madura melaksanakan Pelatihan Manajemen Keuangan Berbasis Web bagi pelaku Industri Rumah Tangga (IRT) Naturna Al-Manshurin di Kelurahan Gili Timur, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan.
Program ini diketuai oleh Deni Tri Laksono, S.Pd., M.T. dan didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Program BIMA Tahun Anggaran 2025 dengan Nomor Kontrak: B/392/UN46.1/PT.01.03/BIMA/PM-BATCH II/2025.
Pelatihan dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan digital dan efisiensi pencatatan transaksi usaha bagi pelaku industri rumah tangga.
Sebelum kegiatan, mitra IRT Naturna Al-Manshurin masih melakukan pencatatan keuangan secara manual sehingga sulit dalam memantau arus kas dan menentukan laba usaha.
Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan sistem pencatatan keuangan berbasis web yang mampu menghasilkan laporan keuangan secara otomatis dan real-time.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan metode pemaparan materi, pemutaran video tutorial, dan sesi praktik langsung menggunakan aplikasi keuangan digital.
Peserta dilatih untuk mencatat transaksi penjualan, menghitung biaya produksi, serta membuat laporan laba rugi melalui antarmuka web yang sederhana dan mudah digunakan.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga indikator utama, yaitu peningkatan pemahaman tentang pengelolaan keuangan (90%), kemampuan mengaplikasikan hasil pelatihan (80%), dan manfaat pelatihan terhadap pengembangan usaha (95%).
Ketua tim, Deni Tri Laksono, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membantu IRT beradaptasi dengan ekosistem digital.
”Digitalisasi sistem keuangan membantu pelaku usaha kecil agar lebih transparan, efisien, dan mampu membuat keputusan berbasis data. Hal ini juga menjadi pondasi penting dalam memperluas skala bisnis mereka,” jelasnya.
Sementara itu, Ibu Sri Endah Andajani, pemilik IRT Naturna Al-Manshurin, menyampaikan apresiasi atas manfaat nyata dari kegiatan pelatihan ini.
”Selama ini kami mencatat keuangan masih di buku tulis, kadang lupa menghitung pengeluaran. Setelah ikut pelatihan ini, kami jadi tahu cara mencatat lebih rapi lewat aplikasi dan bisa melihat untung rugi dengan jelas. Sangat membantu untuk mengembangkan usaha kami,” ungkapnya.
Pelatihan ini ditutup dengan sesi pendampingan teknis agar peserta dapat menerapkan sistem berbasis web secara mandiri dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan IRT Naturna Al-Manshurin menjadi contoh praktik, baik bagi pelaku usaha jamu tradisional lainnya dalam menerapkan teknologi digital untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat lokal. (*)
Editor : Ina Herdiyana