News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Tiga Korban Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Asal Bangkalan Kembali Dimakamkan

Ina Herdiyana • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 00:59 WIB
BERDUKA: Warga menghadiri prosesi pemakaman Mochammad Haikal Ridwan, 14, di Desa Sendang Dajah, Kecamatan Labang, Bangkalan, Kamis (9/10). 
BERDUKA: Warga menghadiri prosesi pemakaman Mochammad Haikal Ridwan, 14, di Desa Sendang Dajah, Kecamatan Labang, Bangkalan, Kamis (9/10). 

BANGKALAN – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim kembali berhasil mengidentifikasi enam kantong jenazah korban runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Tiga di antara korban tersebut dinyatakan sebagai warga Kabupaten Bangkalan. Tiga korban tersebut berasal dari tiga kecamatan berbeda.

Perinciannya, Achmad Suwafi, 15, warga Desa Panjalinan, Kecamatan Blega; Mochammad Haikal Ridwan, 14, warga Desa Sendang Dajah, Kecamatan Labang; dan Imam Junaidi, 16, warga Desa Alas Kokon, Kecamatan Modung.

Jenazah Achmad Suwafi langsung diantar ke rumah duka dan telah diterima keluarga serta langsung dimakamkan pada Rabu (8/10) sekitar pukul 22.30.

Sementara Mochammad Haikal Ridwan baru dimakamkan kemarin (9/10) pagi atas permintaan keluarga.

”Sampai Kamis (9/10), dari tiga jenazah, dua yang sudah dimakamkan. Sebab, yang berasal dari Modung belum dikirim karena ada permintaan dari pihak keluarga,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan M. Zainul Qomar.

Dengan teridentifikasinya tiga jenazah baru tersebut, lanjut dia, maka jumlah korban meninggal berdasar domisili atau KTP Bangkalan pada tragedi runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo bertambah. Totalnya mencapai 11 orang.

Perinciannya, lima orang berasal dari Kecamatan Blega. Mereka adalah Nuruddin, M. Ubaidillah, M. Maulidy, M. Azam dan A. Suwaifi. Kemudian, dua orang dari Kecamatan Kamal, yakni Royhan Mustofa dan M. Anas Fahmi.

Selain itu, terdapat dua korban dari Kecamatan Modung. Yakni Sulaiman Hadi  dan Imam Junaidi. Lalu satu korban dari Kecamatan Tanjungbumi bernama A. Fatoni dan dari Kecamatan Labang bernama M. Haikal Ridwan.

Qomar menyatakan, sampai saat ini masih ada warga Bangkalan yang belum ditemukan. Berdasar laporan yang diterima institusinya berjumlah tiga orang.

Salah satu di antaranya adalah keponakan Bupati Bangkalan Lukman Hakim. ”Yang belum teridentifikasi di RS Bayangkara Polda Jatim ada 27 kantong jenazah. Informasi selanjutnya akan kami update,” janjinya. (lil/yan)

Editor : Ina Herdiyana
#buduran #bangkalan #korban #sidoarjo #runtuhnya musala #Ponpes Al Khoziny