BANGKALAN – Pemerintah pusat merekrut 28 asisten bisnis untuk mendukung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Jumlah tersebut sangat minim jika dibandingkan dengan jumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Bangkalan.
Sebab, di Kota Salak terdapat 273 desa dan delapan kelurahan yang tersebar di 18 kecamatan.
Maka, satu orang asisten bisnis akan mendapat tugas untuk memberikan pendampingan kepada 10 hingga 11 pengurus koprasi.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Miko, dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan Moh. Rasuli menyatakan, sumber daya manusia (SDM) yang direkrut pemerintah pusat untuk pengoperasian KDKMP berjumlah 30 orang.
Perinciannya, 28 asissten bisnis dan dua orang sebagai project management officer (PMO).
Asisten bisnis dan PMO sama-sama memiliki tugas untuk melakukan pendampingan pada kopdes dalam menyusun rencana bisnis (Renbis).
”Mulai dari perencanaan ,awal seperti pembuatan akun sistem informasi manajemen koperasi desa/kelurahan merah putih simpkopdes (simpkopdes) dan lain sebagainya,” jelasnya.
Jika penyusunan renbis rampung, maka kopdes akan difasilitasi PMO untuk bekerja sama dengan perusahaan lain.
”Misalnya, ada koperasi yang memiliki keinginan membuka gerai sembako, maka yang akan memfasilitasi PMO,” katanya.
Rasuli mengakui jumlah asisten bisnis yang direkrut pemerintah pusat sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah desa di Bangkalan.
Namun, dia mengeklaim, 28 orang yang direkrut cukup ideal untuk memberikan pendampingan kepada ratusan KDKMP di Kabupaten Bangkalan.
”Satu orang membawahi sepuluh atau sebelas desa cukup ideal,” ucapnya. (za/jup)
Editor : Ina Herdiyana