News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Tiga Orang Keroyok Petugas SPBU, Korban Luka Parah, Polisi Buru Terduga Pelaku

Ina Herdiyana • Rabu, 22 Oktober 2025 | 17:50 WIB
Pembacokan
Pembacokan

SAMPANG – Nasib malang dialami petugas SPBU 5469206 Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Sampang, Hairuddin, 29.

Warga Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Sampang, itu menjadi korban pembacokan. Terduga pelaku adalah pelanggan yang hendak membeli bahan bakar minyak (BBM).

Famili korban yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kejadian tersebut bermula saat teman korban berinisial A melayani terduga pelaku yang ditengarai berinisial M. Kemudian, terjadi cekcok dan berakhir dengan penganiayaan.

”Terduga pelaku sempat menembakkan senjata api (senpi) terhadap korban. Tapi, kena atau tidaknya kami belum mengetahui,” katanya Senin (20/10).

Pihaknya berharap, aparat penegak hukum (APH) bisa mengusut tuntas kasus pembacokan terhadap kerabatnya tersebut. Sebab, tindakan pelaku bisa mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

”APH harus bertindak tegas dan segera mengamankan pelaku. Kejadiannya sudah jelas, saksinya ada, dan buktinya ada,” bebernya.

Pengawas SPBU 5469206  Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Rosi menjelaskan kejadian tersebut secara detail.

Saat itu, M hendak mengisi pertalite untuk mobilnya. Saat itu dia dilayani oleh A di pompa khusus pertalite.

Sesuai standar operasional prosedur (SOP), mobil yang akan mengisi BBM subsidi harus memakai barcode.

Lalu, M memperlihatkan barcode-nya. Namun, saat di-scan oleh petugas, barcode-nya tidak terdeteksi. Karena itu, A meminta agar barcode di HP itu diperbesar.

Namun, permintaan itu ditanggapi negatif oleh M. Dia kemudian menyampaikan perkataan dengan nada tinggi dengan ucapan, "Gak lihat ya matanya" menggunakan bahasa Madura.

Baca Juga: Pemkab Bangkalan Bentuk Tiga Satgas demi Memaksimalkan Potensi Daerah

Kemudian, Hairuddin meminta M untuk tidak berbicara kasar. Namun, teguran itu justru membuat M naik darah sehingga terjadi cekcok antara Hairuddin dengan M.

Saat itu M sempat turun dari mobilnya dan hendak menyerang Hairuddin menggunakan sajam. Namun, niat itu diurungkan. ”Sempat dilerai sama istri dan sopirnya,” katanya.

Kemudian, M masuk mobilnya dan terlihat menelepon seseorang. Setelah menelepon, M keluar dari SPBU dan berhenti di pintu keluar. Beberapa menit kemudian, datang mobil lain dan berhenti di samping mobil M.

”Setelah itu, turun dua orang membawa celurit. M juga membawa celurit. Ketiga orang itu menyerang korban. Karena korban tak bawa senjata, hanya menangkis serangan ketiga orang itu menggunakan sarung itu,” bebernya.

Hairuddin sempat menangkap salah satu senjata pelaku. Kemudian, salah seorang pelaku mengeluarkan pistol dan ditembakkan ke arah korban sebanyak dua kali.

Dia meminta agar sajam itu dikembalikan. Permintaan itu dituruti, Hairuddin melemparkan celurit tersebut. Lalu, ketiganya pergi dari SPBU.

Pihaknya berharap, kejadian yang sama tidak terulang lagi. Pihaknya meminta agar APH bersikap tegas untuk menindaklanjuti insiden tersebut. ”Agar pelaku bisa mempertanggungjawabkan segala perbuatannya,” bebernya.

Plt Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan insiden tersebut. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka di beberapa anggota tubuhnya.

Yakni, luka robek di bagian kepala belakang, lengan sebelah kanan dan kiri, punggung, serta tangan sebelah kanan.

”Kejadian tersebut terjadi pada Senin (20/10) sekitar pukul 01.00. Pelakunya yakni terlapor atas nama M (inisial) dan kawan-kawan, laki-laki, warga Kecamatan Camplong,” jelas perwira pertama dengan tiga balok emas di pundaknya tersebut.

Dia menjelaskan, untuk korban saat ini tengah dirawat di RSUD Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang.

Sementara pelaku belum diamankan. ”Pelaku masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” bebernya.

Baca Juga: Pekan Ini Haris Ditetapkan DPO, Orang Tua Korban Kasus Dugaan Penganiayaan di Bangkalan Bernapas Lega

Humas dan Marketing RSMZ Sampang Amin Jakfar membenarkan bahwa ada pasien yang diduga terkena luka bacok. Saat ini tengah dilakukan perawatan intensif.

”Hasil pemeriksaan, tidak ada luka akibat tembakan senpi,” tandasnya. (bai/han)

 

Editor : Ina Herdiyana
#perkelahian #korban luka #camplong #sampang #spbu #pengeroyokan