RadarBangkalan.id – Dua dari tiga pelaku pembegalan di Desa Kebun, Kecamatan Kamal, belum diringkus.
Sementara seorang pelaku yang telah diamankan belum bisa dimintai keterangan. Sebab, masih harus menjalani perawatan medis.
Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama menyatakan, polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap sindikat tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) itu.
Namun, polisi masih kesulitan untuk mendapat keterangan pelaku bernama Sakroni yang masih dirawat rumah sakit.
”Dua pelaku lainnya dalam proses lidik, sedangkan satu pelaku masih dalam proses penyembuhan,” ujarnya.
Namun yang pasti, polisi telah mengantongi identitas dua rekan Sakroni yang turut terlibat dalam aksi pembegalan.
Bahkan, salah satu terduga pelaku masih memiliki hubungan kekerabatan dengan pelaku Sakroni.
”Pelaku lain terindikasi masih keluarga dengan pelaku yang diamankan ini,” katanya.
Aksi pembegalan yang dilakukan Sakroni bersama dua rekannya terjadi Kamis (1/1).
Sedangkan korbannya adalah Samsul Arfin. Dia tiba-tiba ditabrak dari arah belakang saat hendak pulang usai mengikuti acara pergantian malam tahun baru.
Insiden itu membuat Smasul dan rekannya, Hamdani, terjatuh. Salah seorang dari ketiga pelaku itu membacok punggung Hamdani dan merampas sepeda motor korban, lalu dibawa kabur.
Baca Juga: Tiga Ruangan SDN Tlagah 2 Ambruk Diguyur Hujan, 248 Siswa Terpaksa Jalani KBM di Rumah Warga
Untungnya, korban segera menghubungi temannya untuk menghadang para pelaku. (za/jup)
Editor : Ina Herdiyana