RadarBangkalan.id – Keluarga korban kekerasan seksual oknum lora di Kecamatan Galis akhirnya bisa bernapas lega.
Sebab, korban yang sebelumnya dinyatakan hilang telah kembali ke pangkuan keluarganya, Senin (26/1).
Paman korban tindak asusila berinisial S awalnya mendapatkan telepon dari seseorang yang tidak dikenal, bahkan nomor telepon yang menghubunginya diprivat dan tidak menyebutkan nama. Orang itu meminta agar korban segera dijemput.
Selanjutnya, orang itu meminta S menjemput korban di sebuah masjid di akses Jembatan Suramadu.
”Karena S khawatir ini hanya jebakan, dia mengajak orang tua korban untuk bersama-sama ke lokasi dimaksud,” ujar Direktur Muslimah Humanis Indonesia (MHI) Mutmainnah.
Setiba di tempat yang ditentukan, S mendapati keponakannya yang menjadi korban tindak kekerasan berada di bawah pohon seorang diri. Mengetahui hal itu, korban langsung dibawa pulang oleh keluarganya.
”Korban sudah pulang ke rumahnya dan saya pesan untuk tidak ditanya-tanya dulu, biarkan korban tenang dulu,” katanya.
Saat ini terdapat beberapa proses yang telah ditempuh untuk mencari keberadaaan korban sebelum ditemukan.
Antara lain, mengadu ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan Komnas Perempuan.
”Hari ini kami datang ke rumah korban untuk mengetahui siapa sebenarnya yang ada di balik semua ini,” paparnya.
Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama membenarkan jika korban sudah ditemukan. Namun, pihaknya belum bisa memastikan siapa orang yang mengantarkan korban.
Sebab, saat ini korban belum bisa dimintai keterangan. Sementara penyidik masih melakukan pendalaman atas laporan hilangnya korban.
”Korban belum bisa kami mintai keterangan sekarang, khawatir psikologisnya terganggu,” ujarnya. (za/jup)
Editor : Ina Herdiyana