News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Pedas dan Banyak Digemari, Omzet Sambal Baby Cumi Puluhan Juta

Abdul Basri • Rabu, 13 Maret 2024 | 00:41 WIB

 

PEDAS: Nellyana Dwi Rolinasari menunjukkan produk sambalnya di Jalan Salak, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Selasa (20/2). (AYU LATIFAH/JPRM)
PEDAS: Nellyana Dwi Rolinasari menunjukkan produk sambalnya di Jalan Salak, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Selasa (20/2). (AYU LATIFAH/JPRM)
 

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Makanan pedas banyak digemari pemburu kuliner. Seperti sambal olahan ikan yang saat ini sedang tren.

Omzet dan penghasilan dari penjualan sambal Baby Cumi bisa tembus puluhan juta sebulan.

Penjual sambal ikan Nellyana Dwi Rolinasari mulai membuka usaha pada April 2023.

Sebelumnya dirinya tidak berniat untuk menjual lebih luas, tetapi hanya untuk bekal suaminya yang bekerja sebagai pelayar.

”Berawal dari rutinitas saya yang mesti membekali suami sambal untuk berangkat berlayar. Waktu itu cukup banyak sambal yang saya buat.

Ternyata pemberangkatannya di-cancel. Jadi sambal yang telanjur dikemas saya bagikan ke teman-teman,” katanya kemarin (9/3).

Saat itulah sambal yang diberikan kepada temannya menjadi awal mula dirinya memulai bisnis.

Sambal yang berhasil dipasarkan itu ada sambal cumi, baby cumi, klotok, cakalan, ikan teri, dan sambal ijo. Dirinya juga menjual abon ikan cakalan.

”Teman menyarankan untuk dijual, akhirnya saya beranikan diri berjualan. Alhamdulillah, ternyata peminatnya banyak,” tambahnya.

Paling best seller ada baby cumi dan abon ikan. Akibat banyaknya pemesanan, dirinya hampir memproduksi setiap hari.

Produksinya bisa puluhan botol setiap hari sesuai ukuran gram. ”Kalau rame bisa 47 hingga 48 botol sehari,” ucapnya.

Untuk patokan harga, dirinya menjual Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu untuk abon. Sedangkan sambal dipatok harga Rp 20 ribu.

Pemasarannya sudah hampir seluruh pulau, seperti Jawa Tengah, Kalimantan, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

”Sekali kirim itu minimal 10 botol, ke Gresik saya pernah mengirim 50 botol,” tutur perempuan asal Sumenep itu. Nelly sering kewalahan karena banyaknya pesanan.

Perolehan Nelly untuk sambal bisa tembus Rp 8 juta dalam sebulan. Sedangkan sambal ikan bisa tembus Rp 10 juta.

”Alhamdulillah, saya sebenarnya tidak pernah menghitung hasil penjualan. Sebagian dari hasil penjualan ini saya tabung untuk target saya bisa haji bersama suami,” harapnya. (ay/luq)

Editor : Abdul Basri
#omzet #pedas #Baby Cumi #sambal