News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Serabi Gupak: Sensasi Unik Kue Tradisional di Kandanghaur Indramayu

Ajiv Ibrohim • Rabu, 11 September 2024 | 19:07 WIB
kue serabi gupak di Kabupaten Indramayu (Foto: Sudedi Rasmadi/detikJabar)  Baca artikel detikjabar,
kue serabi gupak di Kabupaten Indramayu (Foto: Sudedi Rasmadi/detikJabar) Baca artikel detikjabar,

RadarBangkalan.id - Terletak tidak jauh dari Jalan Pantura Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, terdapat sebuah warung serabi yang menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda.

Warung ini dikenal dengan nama Serabi Gupak, yang menyajikan serabi dalam kuah santan dan gula merah—sajian yang sangat unik dibandingkan serabi pada umumnya.

Serabi Gupak ini diperkenalkan oleh Warsinih (54), seorang pengusaha lokal yang menciptakan inovasi dalam sajian serabi.

Serabi mungil berwarna hijau ini disajikan dengan cara yang menarik, seolah-olah 'berenang' di dalam kuah santan dan gula merah.

Konsep ini menginspirasi nama tempat usahanya, di mana 'Gupak' dalam bahasa Jawa Dermayu berarti 'berenang'.

"Serabi ini seperti 'berenang' dalam kuah santan dan gula merah," ungkap Warsinih pada Kamis (5/9/2024).

Warsinih memulai usahanya pada tahun 2017, awalnya dia hanya ingin mencoba peruntungan dengan menjual serabi dengan penyajian yang berbeda dari biasanya. "Saya mulai dari tahun 2017.

Kue serabi sudah ada sejak lama, jadi saya coba kreasi baru," kata Warsinih.

Saat mencicipi serabi Gupak buatan Warsinih, Anda akan merasakan keunikan dari serabi ini.]

Meskipun serabi berwarna hijau ini tampak seperti serabi pada umumnya, rasa dan aroma pandan yang kuat menambah sensasi rasa.

Perpaduan gurih dari santan dan manisnya gula merah memberikan cita rasa yang khas dan memanjakan lidah.

Dalam sehari, Warsinih bisa menghabiskan 10 hingga 15 kilogram tepung terigu untuk adonan serabi dan sekitar 20 butir kelapa serta 10 hingga 20 kilogram gula merah untuk kuahnya.

Pada bulan-bulan tertentu, seperti bulan Safar, permintaan serabi Gupak meningkat pesat, bahkan menghabiskan hingga 40 kilogram tepung terigu.

Harga untuk satu porsi Serabi Gupak sangat terjangkau, yakni Rp6.000. Setiap porsi terdiri dari 5 serabi yang disertai dengan 2 bungkus kuah santan dan gula merah.

"Omzet penjualan sehari bisa mencapai Rp2 juta atau lebih," ujar Warsinih mengenai pendapatannya.

Keberhasilan Serabi Gupak tidak hanya dikenal oleh warga Kecamatan Kandanghaur, tetapi juga di seluruh Kabupaten Indramayu.

Banyak pelanggan yang datang dari jauh atau memesan melalui jasa penitipan (jastip).

Maryana (30), seorang jastiper, sering kali menunggu dengan sabar untuk mendapatkan serabi Gupak sesuai pesanan.

Ia mengaku telah menyukai kue ini sejak 2019. "Serabi Gupak ini terkenal di media sosial. Saya dulu nitip sama teman, tapi sekarang kalau ada kesempatan saya datang langsung," kata Maryana.

Maryana juga memanfaatkan popularitas Serabi Gupak untuk mendapatkan keuntungan.

Sebagai jastiper, ia sering menerima pesanan dan mendapatkan untung hingga Rp100.000 per hari.

"Saya jual serabi ini dengan harga Rp10.000 per porsi. Meskipun jauh, permintaan tetap tinggi," ungkap Maryana.

Dengan rasa yang khas dan sajian yang unik, Serabi Gupak menjadi pilihan utama bagi pecinta kuliner di Indramayu dan sekitarnya.

Jika Anda berada di daerah tersebut, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kelezatan serabi ini. ***

Editor : Ajiv Ibrohim
#kue #kue tradisional #tradisional #serabi gupak #indramayu