News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Toko Oen Malang: Legenda Kuliner dengan Sejarah Panjang

Ubaidillah • Rabu, 18 September 2024 | 17:45 WIB
Toko Oen Malang memiliki sejarah yang sangat panjang karena telah eksis sejak kolonial Belanda. Instagram.com@toko_oen_malang  Sumber Artikel berjudul Sejarah Toko Oen Malang, Kuliner Legendaris Sejak
Toko Oen Malang memiliki sejarah yang sangat panjang karena telah eksis sejak kolonial Belanda. Instagram.com@toko_oen_malang Sumber Artikel berjudul Sejarah Toko Oen Malang, Kuliner Legendaris Sejak

Radarbangkalan.id - Jika berbicara tentang tempat kuliner di Malang, Toko Oen selalu menjadi destinasi wajib.

Tidak hanya menawarkan beragam menu seperti masakan China dan Western, namun sejarah panjangnya menjadikan toko ini legendaris dan sering dikunjungi wisatawan, terutama turis asing.

Sejarah Toko Oen bermula dari Liem Gien Nio, istri Oen Tjoen Hok, pada tahun 1910. Liem Gien Nio gemar membuat kue dan es krim ala Belanda sebagai hobi.

Hobi ini kemudian menginspirasi dirinya untuk mendirikan sebuah toko, menggunakan nama depan suaminya, "Oen," sebagai merek dagang.

Seiring waktu, pelanggan Toko Oen semakin banyak, sehingga Liem Gien Nio memutuskan untuk membuka cabang di beberapa kota, termasuk Malang.

Dilansir dari keterangan resminya, cabang Toko Oen di Malang berdiri pada tahun 1936, berlokasi di Jalan Jenderal Basuki Rahmat, di depan Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus dan Gedung Societeit Concordia (sekarang Sarinah Mall).

Pada masa perang kemerdekaan, Toko Oen dikenal sebagai restoran terbesar di Malang dan menjadi tempat berkumpul orang-orang Belanda.

Bahkan, toko ini menjadi tempat istirahat makan siang bagi peserta Kongres KNIP pada tahun 1947 dan salah satu bangunan yang selamat dari agresi militer Belanda.

Namun, pada tahun 1990, Toko Oen Malang mengalami masa sulit. Gedung tersebut akhirnya dijual dan direnovasi menjadi showroom mobil.

Meski demikian, karena nilai sejarah bangunan ini, pemerintah setempat melarang renovasi yang merubah bentuk aslinya. Pemilik baru tetap mempertahankan merek Toko Oen sebagai restoran dan kedai es krim.

Meskipun pengelola Toko Oen Semarang, yang kini dikelola oleh generasi ketiga keluarga Oen, merasa keberatan dengan penggunaan nama Oen di Malang, mereka tidak bisa melarangnya.

Hal ini disebabkan karena bangunan Toko Oen di Malang telah menjadi cagar budaya yang dilindungi, sehingga tidak bisa diubah nama maupun bentuk aslinya.

Ketika berkunjung ke Toko Oen Malang, pengunjung akan dibawa kembali ke masa lalu dengan fasad bangunan yang dipengaruhi gaya Art Deco.

Elemen geometris, khas dari gaya ini, terlihat jelas pada gevel yang menghiasi fasad bagian atas bangunan.

Toko Oen Malang beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 hingga 21.30 WIB. Meskipun banyak menu yang ditawarkan, es krimnya tetap menjadi favorit,

dengan varian seperti Tropicana Cream, Oen’s Special, Peach Melba, Chocolate Parfait, Banana Split, Corn Ice Cream, dan Glace de Grand Marnier.

Milena Valeska Kwok berdiri di podium KU-12 dalam ajang SAC 2 di GOR Moh. Saleh Situbondo pada 13-15 September.
Milena Valeska Kwok berdiri di podium KU-12 dalam ajang SAC 2 di GOR Moh. Saleh Situbondo pada 13-15 September.
Editor : Ubaidillah
#kuliner malang #wisata kuliner #Toko Oen Malang