BANGKALAN, Radar Madura – Sinar matahari pagi belum terlalu tinggi saat aroma pepes ikan dan sambal terasi menyambut para pengendara di ruas-ruas kota Bangkalan.
Di sepanjang trotoar, deretan penjual nasi serpang mulai melayani pembeli. Sepiring nasi hangat berpadu lauk berlimpah tersaji sebagai warisan kuliner yang tak lekang zaman: Nasi Serpang, menu khas Bangkalan yang menggambarkan kekayaan rasa, budaya, dan kearifan lokal.
Kuliner ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menyimpan kisah. Nasi Serpang dikenal sebagai simbol pertemuan antara laut dan darat—dua unsur yang membentuk karakter masyarakat pesisir Madura.
Baca Juga: Catut Nama Tokoh, Pelaku Tipu Warga lewat Praktik Pengobatan Palsu
Dalam satu piring, pembeli akan menemukan kombinasi lauk yang mencerminkan keragaman: pepes ikan tongkol, kerang sambal goreng, sohun bumbu kecap, telur asin masir, sambal terasi, kerupuk bumbu rujak, dendeng sapi khas Madura, hingga keripik paru.
Rasa gurih, manis, pedas, dan asin berpadu harmonis dalam setiap suapannya.
Menurut dia, nasi serpang sudah dijual secara turun-temurun, terutama di kawasan perkotaan Bangkalan. Penjualnya kebanyakan ibu rumah tangga atau pelaku usaha mikro yang mewarisi resep keluarga.
”Biasanya kami mulai jualan jam enam pagi. Jam delapan sudah habis. Pembelinya dari semua kalangan, dari pegawai sampai nelayan,” tambahnya.
Baca Juga: Pantai Tengket, Tempat Terbaik Menyambut Senja di Bangkalan
Tak hanya soal rasa, nasi serpang juga mencerminkan filosofi hidup orang Madura—yang akrab dengan kerasnya hidup laut, namun tetap membumi dengan budaya gotong royong dan kekerabatan.
Setiap elemen dalam nasi serpang punya makna: pepes tongkol dan kerang sebagai sumber protein laut, dendeng dan paru sebagai simbol kekuatan darat, sambal terasi dan kerupuk rujak sebagai identitas rasa khas Madura.
Kini, meski arus modernisasi terus menggerus warisan tradisional, nasi serpang tetap bertahan.
Disajikan di piring kertas, dibungkus daun pisang, atau bahkan mulai dikemas ala resto kekinian—nasi serpang terus menjadi pilihan utama warga Bangkalan saat pagi menjelang.
Sepiring nasi, segudang cerita. Nasi serpang bukan hanya menu sarapan, melainkan juga cermin dari akar budaya dan kekayaan rasa Bangkalan.