News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Pelaku UMKM Manfaatkan Bazar Takjil Ramadan untuk Tingkatkan Pendapatan

Ina Herdiyana • Rabu, 4 Maret 2026 | 13:00 WIB

NIKMAT: Pedagang lauk di stan 15-16 saat melayani pembeli di Bazar Takjil Ramadan Jumat (20/2). VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM
NIKMAT: Pedagang lauk di stan 15-16 saat melayani pembeli di Bazar Takjil Ramadan Jumat (20/2). VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM

 

RadarBangkalan.id – Bazar Takjil Ramadan selalu menjadi momen yang dinanti masyarakat Bangkalan, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Event ini menjadi peluang untuk meraih tambahan penghasilan selama bulan suci.

Salah satunya Desi Cristianty yang sudah empat tahun berturut-turut menjadi peserta Bazar Takjil Ramadan.

Menariknya, dia tetap konsisten menjajakan menu yang sama setiap tahun, yakni aneka minuman segar untuk menu berbuka seperti es teller, es cincau, dan lainnya.

VARIATIF: Penjual saat menyiapkan pilihan lauk yang dipesan oleh pembeli di stan Bazar Takjil Ramadan.
VARIATIF: Penjual saat menyiapkan pilihan lauk yang dipesan oleh pembeli di stan Bazar Takjil Ramadan.

”Setiap tahun menunya tetap sama, aneka minuman seperti es teller,” ujarnya.

Meski fokus pada minuman, lapak Desi juga menyediakan berbagai jajanan dan camilan titipan.

Menu camilan tersebut berubah-ubah setiap hari, mulai dari donat, roti, hingga aneka keripik.

”Untuk camilan tidak menentu, karena titipan dan selalu berganti setiap hari,” sambungnya.

f-Bazar 3-vin  SIBUK: Pembeli mengantre di salah satu stan yang menjual lauk di Bazar Takjil Ramadan.
f-Bazar 3-vin SIBUK: Pembeli mengantre di salah satu stan yang menjual lauk di Bazar Takjil Ramadan.

Harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Minuman dijual dengan harga rata-rata Rp 10 ribu.

Sedangkan camilan berkisar Rp 3 ribu hingga Rp 25 ribu per porsi, bergantung jenisnya. ”Kalau camilan harganya tidak sama, bisa berubah-ubah,” katanya.

Saat cuaca mendukung, dagangannya laris manis. Dalam sehari, minuman yang terjual bisa mencapai 25–30 cup.

Sementara camilan hampir selalu habis. Kalaupun tersisa, hanya dua hingga tiga bungkus. ”Kalau ramai, omzet minuman saja bisa sampai Rp 300 ribu per hari,” ungkapnya.

f-Bazar 4-vin  MENYAJIKAN: Pedagang sibuk menyajikan menu jualannya di stan Bazar Takjil Ramadan.
f-Bazar 4-vin MENYAJIKAN: Pedagang sibuk menyajikan menu jualannya di stan Bazar Takjil Ramadan.

Hodijah juga menjadi salah satu peserta yang konsisten meramaikan Bazar Takjil Ramadan sejak kali pertama digelar oleh JPRM. Hingga kini, dia tidak pernah absen.

Pada bazar tahun ini, dia menjajakan aneka lauk dan sayuran. Salah satu menu andalannya adalah ikan bakar.

Pengunjung dapat memilih berbagai jenis ikan, seperti kakap merah, gurami, hingga kerapu. ”Jenis ikan menyesuaikan dengan ketersediaan di pasar,” paparnya.

Harga yang ditawarkan bervariasi. Ikan bakar dibanderol mulai Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu.

f-Bazar 4-vin  MENYAJIKAN: Pedagang sibuk menyajikan menu jualannya di stan Bazar Takjil Ramadan.
f-Bazar 4-vin MENYAJIKAN: Pedagang sibuk menyajikan menu jualannya di stan Bazar Takjil Ramadan.

Sedangkan sayuran cukup Rp 5 ribu per bungkus. Pada hari pertama, dia bisa meraup keuntungan hingga Rp 1 juta.

”Tidak menentu, bergantung cuaca. Tapi kalau ramai, bisa sampai Rp 1 juta,” katanya. (za/han)

 

Editor : Ina Herdiyana
#Bazar Takjil Ramadan #tambahan penghasilan #pelaku umkm #bulan suci #Dinantikan