News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Tapai Singkong: Makanan Fermentasi Tradisional yang Mulai Terlupakan

Ina Herdiyana • Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27 WIB

Tapai. Sumber Foto: Alodokter
Tapai. Sumber Foto: Alodokter

RadarBangkalan.id – Tapai singkong adalah salah satu makanan fermentasi tradisional Indonesia yang dibuat dari singkong (ubi kayu) yang dikukus lalu diberi ragi khusus untuk proses fermentasi.

Makanan ini dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia dan memiliki cita rasa manis dengan sedikit sentuhan asam serta aroma khas hasil fermentasi.

Proses fermentasi menghasilkan probiotik alami yang baik untuk pencernaan. Selain itu, tapai mengandung vitamin B kompleks dan karbohidrat sederhana yang mudah dicerna tubuh.

Dalam porsi wajar, tapai bisa menjadi sumber energi cepat sekaligus camilan yang lebih alami dibandingkan makanan olahan pabrik.

Dalam proses itulah terjadi perubahan alami. Pati dalam singkong diubah menjadi gula sederhana oleh mikroorganisme.

Hasilnya adalah tekstur yang lembut, sedikit berair, dengan rasa manis bercampur asam yang khas.

Di beberapa daerah, tapai juga menjadi bahan dasar pembuatan minuman tradisional tertentu.

Kreativitas masyarakat dalam mengolah tapai menunjukkan bahwa pangan lokal sebenarnya sangat fleksibel dan bisa mengikuti perkembangan zaman.

Sayangnya, perubahan gaya hidup yang serbacepat membuat pembuatan tapai yang memerlukan waktu fermentasi dianggap kurang praktis.

Bagi sebagian orang, ini justru menjadi daya tarik. Namun bagi generasi muda yang lebih akrab dengan rasa instan dan kemasan modern, aroma fermentasi kerap dianggap kurang menarik.

Faktor inilah yang membuat tapai singkong tak lagi sepopuler dulu. (Farah Arisanti)

Editor : Ina Herdiyana
#probiotik #Fermentasi #Ubi Kayu #singkong #tradisional #tapai