News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

PCOS Kini Berganti Nama Jadi PMOS, Apa Bedanya? Ini Penjelasan Dokter

Ubaidillah • Jumat, 29 Mei 2026 | 06:48 WIB
Foto: Getty Images/Svitlana Hulko
Foto: Getty Images/Svitlana Hulko

 

RadarBangkalan.id - Kondisi kesehatan yang selama ini dikenal sebagai Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) kini mulai menggunakan istilah baru, yakni Polyendokrin Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS).

Perubahan istilah tersebut menimbulkan pertanyaan di masyarakat mengenai perbedaan antara PCOS dan PMOS, termasuk apakah penyakit dan pengobatannya ikut berubah.

Baca Juga: Main HP sampai Larut Malam Bisa Tingkatkan Risiko Hipertensi dan Stroke

Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi dari Brawijaya Hospital Antasari, M Luky Satria Syahbana Marwali menjelaskan bahwa istilah PCOS selama ini terkesan hanya menggambarkan gangguan pada ovarium atau indung telur.

Padahal, kondisi yang dialami pasien sebenarnya lebih kompleks dan melibatkan banyak sistem hormon di tubuh.

Baca Juga: Kisah Aubrey Hasley, Usia 22 Tahun Alami Stroke Diawali Telinga Berdenging

"Sebetulnya itu nggak hanya terbatas di ovarium, jadi dia polyendokrin," kata dr Luky kepada detikcom.

Menurutnya, istilah PMOS dinilai lebih mampu menggambarkan kondisi penyakit secara menyeluruh.

Baca Juga: Benarkah Makan Daging Kurban Bikin Kentut Lebih Bau? Ini Penjelasan Dokter

Baca Juga: Jangan Sepelekan Sarden Kalengan Penyok, Ini Risiko BPA dan Kontaminasi Bakteri

Pada PMOS, istilah polyendokrin merujuk pada gangguan hormon yang melibatkan berbagai organ tubuh, mulai dari otak, ginjal, hingga ovarium. Sementara metabolic mengacu pada gangguan metabolik seperti resistensi insulin, yang memang sering ditemukan pada pasien PCOS.

Adapun istilah ovarian tetap merujuk pada gangguan yang terjadi pada ovarium.

"Jadi PMOS, Polyendokrin Metabolic Ovarian Syndrome lebih menggambarkan penyakitnya memang penyakit yang lebih luas dari PCOS," jelas dr Luky.

Baca Juga: Sariawan hingga Bibir Bengkak, Benarkah Kumur Air Garam Bisa Membantu?

Ia menambahkan, selama ini banyak orang menganggap PCOS hanya berkaitan dengan masalah ovarium, padahal kondisi tersebut juga dapat memengaruhi metabolisme dan keseimbangan hormon tubuh secara keseluruhan.

"Karena kalau PCOS orang mikirnya hanya di ovarium saja, padahal banyak efek-efek lain dari satu penyakit," tambahnya.

Meski nama penyakit berubah, dr Luky menegaskan bahwa diagnosis dan pengobatan pasien tetap sama seperti sebelumnya.

"Pengobatannya sih tetap sama, diagnostiknya tetap sama, semuanya sama. Hanya PMOS menggambarkan penyakitnya secara keseluruhan," pungkasnya.

Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Perut pada Bayi, Kenali Penyebabnya Sejak Dini

Sebagai informasi, Polycystic Ovary Syndrome merupakan gangguan hormonal yang umum terjadi pada wanita usia reproduksi. Kondisi ini dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur, gangguan kesuburan, jerawat, hingga peningkatan berat badan.

Editor : Ubaidillah
#kesehatan reproduksi #gangguan hormonal #pcos #pmos