News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Bolehkah Masakan Daging Dipanaskan Berulang Kali? Ini Penjelasannya

Ubaidillah • Jumat, 29 Mei 2026 | 06:56 WIB
Memanaskan masakan daging. Foto: Getty Images/iStockphoto/RazoomGames
Memanaskan masakan daging. Foto: Getty Images/iStockphoto/RazoomGames

RadarBangkalan.id - Saat Idul Adha, stok masakan daging di rumah biasanya melimpah. Gulai, rendang, semur, hingga tongseng sering dimasak dalam jumlah besar agar bisa disantap beberapa hari.

Karena porsinya banyak, tidak sedikit orang yang akhirnya memanaskan masakan yang sama berulang kali. Sekilas kebiasaan ini terlihat aman. Namun jika dilakukan terus menerus tanpa penyimpanan yang tepat, kualitas makanan bisa menurun dan risiko kontaminasi bakteri ikut meningkat.

Benarkah Makan Daging Kurban Bikin Kentut Lebih Bau? Ini Penjelasan Dokter

Pemanasan Berulang Bisa Menurunkan Kualitas Makanan

Memanaskan ulang masakan daging ternyata dapat memengaruhi rasa, tekstur, hingga kandungan gizinya. Proses pemanasan berulang dapat memicu oksidasi lemak dan mengurangi kandungan vitamin yang sensitif terhadap panas.

Penelitian dalam jurnal Food Chemistry tahun 2026 menyebutkan pemanasan ulang dapat meningkatkan pembentukan senyawa hasil oksidasi lemak yang memengaruhi kualitas makanan.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan aroma makanan berubah, muncul rasa tengik, dan kualitas gizi perlahan menurun.

Baca Juga: Main HP sampai Larut Malam Bisa Tingkatkan Risiko Hipertensi dan Stroke

Risiko ini umumnya lebih tinggi pada makanan berlemak dan bersantan seperti rendang atau gulai yang dipanaskan berkali-kali dalam beberapa hari.

Baca Juga: Kisah Aubrey Hasley, Usia 22 Tahun Alami Stroke Diawali Telinga Berdenging

Meski demikian, faktor paling penting sebenarnya bukan hanya proses pemanasannya, tetapi juga cara penyimpanan makanan setelah matang.

Bahaya Bakteri saat Makanan Terlalu Lama di Suhu Ruang

Masakan daging yang terlalu lama dibiarkan di suhu ruang dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dengan cepat.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention atau CDC, bakteri mudah berkembang pada suhu antara 4 hingga 60 derajat Celsius yang dikenal sebagai danger zone.

Karena itu, masakan matang sebaiknya segera disimpan di kulkas setelah dingin dan tidak dibiarkan terlalu lama di meja makan.

Baca Juga: Jangan Asal Simpan! Ini Cara Mengawetkan Daging Kurban yang Benar

Panaskan Secukupnya Sesuai Porsi Makan

Masakan daging sebenarnya masih aman dipanaskan kembali selama disimpan dengan benar di kulkas. Namun, makanan sebaiknya tidak terlalu sering mengalami siklus dipanaskan, didinginkan, lalu disimpan kembali.

Semakin sering proses tersebut terjadi, kualitas makanan akan lebih cepat menurun dan risiko pertumbuhan bakteri ikut meningkat.

Baca Juga: Sariawan hingga Bibir Bengkak, Benarkah Kumur Air Garam Bisa Membantu?

Agar lebih aman, masakan sebaiknya dibagi dalam beberapa porsi sejak awal penyimpanan. Saat akan makan, cukup panaskan porsi yang memang akan dikonsumsi saja.

Cara ini membantu menjaga rasa, tekstur, dan kualitas makanan tetap lebih baik sekaligus mengurangi risiko makanan terlalu sering keluar masuk suhu ruang.

 Baca Juga: Benarkah Emosi Dipendam Bisa Memicu Kanker? Dokter Ungkap Faktanya

Editor : Ubaidillah
#kolom gizi #kurban sehat 2026 #memanaskan masakan daging berulang kali #daging kurban #idul adha