News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Jangan Asal Masuk Freezer! Ini Tips Simpan Daging Kurban agar Tidak Cepat Rusak

Ubaidillah • Jumat, 29 Mei 2026 | 07:02 WIB
Tips menyimpan daging kurban. Foto: Uyung/detikHealth
Tips menyimpan daging kurban. Foto: Uyung/detikHealth

 

RadarBangkalan.id - Hari Raya Idul Adha identik dengan melimpahnya stok daging kurban di rumah. Sebagian langsung mengolahnya menjadi sate, gulai, atau rendang, sementara sisanya disimpan untuk stok beberapa hari hingga beberapa bulan ke depan.

Agar tetap aman dikonsumsi, cara menyimpan daging kurban tidak boleh sembarangan. Penanganan yang tepat membantu menjaga kualitas daging sekaligus mengurangi risiko pertumbuhan bakteri penyebab keracunan makanan.

Baca Juga: Jangan Asal Simpan! Ini Cara Mengawetkan Daging Kurban yang Benar

Berikut cara menyimpan daging kurban yang benar:

1. Jangan Terlalu Lama Dibiarkan di Suhu Ruang

Setelah menerima daging kurban, sebaiknya jangan membiarkannya terlalu lama di meja dapur. Semakin lama berada di suhu ruang, risiko pertumbuhan bakteri akan semakin tinggi.

Idealnya, daging segera disimpan atau diolah maksimal dua jam setelah diterima agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga.

Benarkah Makan Daging Kurban Bikin Kentut Lebih Bau? Ini Penjelasan Dokter

Baca Juga: Main HP sampai Larut Malam Bisa Tingkatkan Risiko Hipertensi dan Stroke

2. Pisahkan Daging dan Jeroan

Daging dan jeroan sebaiknya tidak disimpan dalam wadah yang sama karena berisiko saling mencemari.

Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementan, Ira Firgorita menyarankan jeroan hijau seperti usus dan babat dipisahkan karena memiliki risiko kontaminasi lebih tinggi.

Baca Juga: Kisah Aubrey Hasley, Usia 22 Tahun Alami Stroke Diawali Telinga Berdenging

Jeroan hijau bahkan dianjurkan direbus terlebih dahulu sebelum dibagikan atau disimpan.

3. Tidak Semua Daging Perlu Dicuci

Masih banyak orang langsung mencuci daging kurban sebelum disimpan. Padahal jika daging terlihat bersih dan kering, sebenarnya tidak perlu dicuci.

Namun bila terkena tanah, rumput, bulu, atau isi jeroan, daging memang perlu dibersihkan menggunakan air mengalir.

Setelah dicuci, daging harus ditiriskan dan dikeringkan menggunakan tisu dapur agar kelembapannya berkurang. Kondisi terlalu lembap dapat mempercepat pertumbuhan bakteri.

Baca Juga: BGN Ancam Hentikan Operasional Dapur MBG yang Tak Prioritaskan Ibu Hamil dan Balita

4. Cuci Tangan Sebelum dan Sesudah Memegang Daging

Kebersihan tangan penting untuk mencegah kontaminasi silang. Sebelum dan sesudah menyentuh daging mentah, tangan dianjurkan dicuci memakai sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik.

Selain itu, pisau dan talenan untuk daging mentah sebaiknya dipisahkan dari alat yang digunakan untuk makanan matang.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Sarden Kalengan Penyok, Ini Risiko BPA dan Kontaminasi Bakteri

5. Gunakan Wadah Bersih dan Food Grade

Daging sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat berbahan food grade agar lebih aman untuk makanan.

Selain menjaga kualitas daging, wadah tertutup juga membantu mencegah cairan daging mencemari bahan makanan lain di kulkas.

6. Bagi Daging Sesuai Porsi Sekali Masak

Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Direktorat PMPUPO BPOM, Retno Anggrina Khalistha Dewi mengingatkan daging sebaiknya langsung dibagi sesuai porsi sekali masak sebelum dibekukan.

Baca Juga: Sariawan hingga Bibir Bengkak, Benarkah Kumur Air Garam Bisa Membantu?

Cara ini membuat daging lebih praktis digunakan tanpa harus mencairkan seluruh stok sekaligus yang bisa meningkatkan risiko kontaminasi.

"Pastikan ketika kita mau simpan, disimpan dalam porsi sekali masak sesuai kebutuhan," ujarnya.

7. Beri Label Tanggal Penyimpanan

Freezer yang penuh daging sering membuat orang lupa mana stok lama dan baru. Karena itu, setiap wadah sebaiknya diberi label tanggal penyimpanan.

Cara ini membantu menerapkan prinsip FIFO atau First In First Out, yakni stok yang lebih dulu disimpan sebaiknya digunakan lebih dulu.

Baca Juga: Kulit Sering Gatal dan Badan Linu, Apakah Tanda Imun Tubuh Bermasalah?

8. Perhatikan Suhu Penyimpanan

Untuk konsumsi dalam satu hingga dua hari, daging dapat disimpan di chiller dengan suhu sekitar 4 derajat Celsius.

Sementara untuk penyimpanan jangka panjang, freezer bersuhu minus 18 derajat Celsius dinilai lebih aman dan dapat membantu mempertahankan kualitas daging selama beberapa bulan.

Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Perut pada Bayi, Kenali Penyebabnya Sejak Dini

Dengan penyimpanan yang tepat, daging kurban bisa tetap segar, aman, dan lebih tahan lama saat akan diolah kembali.

Editor : Ubaidillah
#kurban sehat 2026 #cara menyimpan daging kurban #daging kurban #kurban #idul adha