RadarBangkalan.id - Banyak orang menganggap perubahan jam tidur dari hari ke hari sebagai hal yang biasa. Padahal, para ahli mengingatkan bahwa pola tidur yang tidak konsisten dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan jantung.
Ahli kardiologi, Douglas Zuckermann, menjelaskan bahwa kurang tidur atau tidur yang tidak teratur membuat tubuh kehilangan waktu pemulihan penting yang seharusnya terjadi setiap malam.
Baca Juga: Viral Wanita Kena Kanker Kulit Usai 18 Tahun Pakai UV Nail Lamp, Ini Kata Dokter
Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan hormon stres, tekanan darah yang lebih tinggi saat tidur, serta peradangan dalam tubuh yang pada akhirnya membebani kerja jantung dan pembuluh darah.
"Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, jantung akan bekerja lebih keras dan risiko tekanan darah tinggi hingga penyakit jantung dapat meningkat," jelasnya.
Baca Juga: Kenapa Pelari Sering Kebelet BAB Saat Race? Ini Penjelasan Dokter Olahraga
1. Mengganggu Ritme Sirkadian Tubuh
Setiap organ dalam tubuh memiliki ritme sirkadian atau jam biologis yang mengatur berbagai fungsi penting, termasuk detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, dan produksi hormon.
Baca Juga: PSG vs Arsenal Live di SCTV dan Vidio, Simak Jadwal Final Liga Champions 2026
Menurut ahli kardiologi Cynthia A. Kos, jadwal tidur yang berubah-ubah dapat mengganggu ritme sirkadian sehingga tubuh sulit beradaptasi dengan siklus alami siang dan malam.
Ketika ritme ini terganggu, sistem saraf simpatik menjadi lebih aktif sehingga tubuh berada dalam kondisi siaga atau "fight or flight" lebih lama. Akibatnya, tekanan pada jantung meningkat seiring waktu.
Baca Juga: Jangan Asal Simpan! Ini Cara Mengawetkan Daging Kurban yang Benar
2. Menghambat Penurunan Tekanan Darah Saat Malam Hari
Secara normal, tekanan darah akan menurun ketika seseorang tidur. Proses ini penting untuk memberi kesempatan bagi jantung dan pembuluh darah beristirahat.
Namun, pola tidur yang tidak teratur dapat mengganggu mekanisme tersebut.
Ahli kardiologi Caroline Ball menjelaskan bahwa orang yang tidak mengalami penurunan tekanan darah saat tidur memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular.
Akibatnya, pembuluh darah terus menerima tekanan yang lebih besar sehingga meningkatkan risiko hipertensi dan gangguan jantung.
Baca Juga: Kisah Aubrey Hasley, Usia 22 Tahun Alami Stroke Diawali Telinga Berdenging
Baca Juga: Main HP sampai Larut Malam Bisa Tingkatkan Risiko Hipertensi dan Stroke
3. Mengganggu Metabolisme Tubuh
Kurang tidur atau jadwal tidur yang tidak konsisten juga memengaruhi pola makan dan aktivitas sehari-hari.
Orang yang kelelahan cenderung lebih sering mengonsumsi makanan tinggi kalori atau minuman manis untuk meningkatkan energi secara instan.
Baca Juga: Sariawan hingga Bibir Bengkak, Benarkah Kumur Air Garam Bisa Membantu?
Selain itu, kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah, metabolisme, dan nafsu makan.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pola tidur yang tidak teratur berkaitan dengan peningkatan indeks massa tubuh, sindrom metabolik, dan tekanan darah tinggi yang semuanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.
4. Memicu Peradangan Kronis
Dampak lain dari tidur yang tidak teratur adalah meningkatnya peradangan kronis dalam tubuh.
Peradangan berkepanjangan diketahui berperan dalam terbentuknya aterosklerosis, yaitu penumpukan plak pada dinding arteri yang dapat menghambat aliran darah.
Menurut para ahli, ketidakstabilan durasi dan waktu tidur berhubungan dengan peningkatan risiko aterosklerosis serta berbagai penyakit kardiovaskular lainnya.
Selain kurang tidur, tidur terlalu lama juga tidak selalu baik bagi kesehatan. Durasi tidur berlebihan dapat mengganggu ritme sirkadian dan metabolisme tubuh yang pada akhirnya turut meningkatkan risiko gangguan jantung.
Berapa Lama Durasi Tidur yang Ideal?
Sebagian besar orang dewasa disarankan tidur sekitar 7 hingga 9 jam setiap malam dengan jadwal yang relatif konsisten. Tidak hanya durasinya, waktu tidur dan bangun yang teratur juga berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung serta fungsi tubuh secara keseluruhan.
Editor : Ubaidillah