News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Gejala Stroke pada Anak Muda Kerap Tak Disadari, Ini Tanda-Tandanya

Ubaidillah • Minggu, 31 Mei 2026 | 06:45 WIB
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/peterschreiber.media
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/peterschreiber.media

 

RadarBangkalan.id - Stroke selama ini sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang kelompok lanjut usia. Namun, para ahli mengingatkan bahwa kondisi tersebut kini semakin banyak ditemukan pada usia muda.

Ketika aliran darah ke otak terganggu, sel-sel otak dapat mulai mati hanya dalam hitungan menit akibat kekurangan oksigen. Dampaknya bisa berupa gangguan bicara, kelumpuhan, hilangnya kemampuan bergerak, hingga kecacatan permanen.

Baca Juga: Viral Wanita Kena Kanker Kulit Usai 18 Tahun Pakai UV Nail Lamp, Ini Kata Dokter

Dokter spesialis bedah saraf, Sunil Kutty, menegaskan bahwa kecepatan mengenali gejala dan mendapatkan pertolongan medis menjadi faktor yang sangat menentukan.

"Pengenalan dan tindakan yang cepat dapat membuat perbedaan besar dalam mencegah kecacatan atau kematian akibat stroke," ujarnya.

Baca Juga: Kenapa Pelari Sering Kebelet BAB Saat Race? Ini Penjelasan Dokter Olahraga

Gangguan Tidur yang Sering Diabaikan Bisa Tingkatkan Risiko Stroke

Banyak anak muda tidak menyadari bahwa mereka memiliki faktor risiko stroke yang tersembunyi. Salah satu yang paling sering luput dari perhatian adalah gangguan tidur, khususnya Obstructive Sleep Apnea (OSA).

OSA merupakan kondisi ketika pernapasan seseorang berhenti sementara secara berulang saat tidur. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen dan meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk stroke.

Gejala yang sering muncul antara lain:

Baca Juga: Jangan Asal Simpan! Ini Cara Mengawetkan Daging Kurban yang Benar

Para ahli memperingatkan bahwa OSA yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko stroke berulang pada pasien yang pernah mengalaminya.

Bahkan, risiko kekambuhan stroke disebut dapat mencapai 50 persen dalam dua tahun apabila gangguan tidur tersebut tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Mengapa Sleep Apnea Berbahaya?

Gangguan napas saat tidur menyebabkan kadar oksigen dalam darah turun berulang kali sepanjang malam. Akibatnya, tubuh mengalami stres kronis yang dapat memicu:

Baca Juga: Main HP sampai Larut Malam Bisa Tingkatkan Risiko Hipertensi dan Stroke

Kondisi inilah yang membuat sleep apnea dianggap sebagai salah satu faktor risiko tersembunyi untuk stroke dan penyakit kardiovaskular.

Kenali Gejala Stroke dengan Metode BE FAST

Karena stroke dapat terjadi secara mendadak, masyarakat dianjurkan memahami metode BE FAST untuk mengenali tanda-tanda awalnya.

B (Balance)
Kehilangan keseimbangan atau koordinasi tubuh secara tiba-tiba.

E (Eyes)
Penglihatan kabur, ganda, atau mendadak sulit melihat.

F (Face)
Salah satu sisi wajah tampak turun atau terkulai.

A (Arms)
Lengan atau tungkai mendadak lemah dan sulit digerakkan.

S (Speech)
Bicara pelo, cadel, atau kesulitan menyusun kata.

T (Time)
Segera cari pertolongan medis jika gejala muncul karena setiap menit sangat berharga.

Stroke Adalah Kondisi Darurat Medis

Para ahli menekankan bahwa stroke bukan kondisi yang bisa ditunggu hingga gejala membaik dengan sendirinya.

Baca Juga: Kisah Aubrey Hasley, Usia 22 Tahun Alami Stroke Diawali Telinga Berdenging

Semakin cepat pasien mendapatkan penanganan, semakin besar peluang untuk mengurangi kerusakan otak dan mencegah kecacatan permanen.

Karena itu, gejala seperti mendengkur berat, kantuk berlebihan di siang hari, hingga tanda-tanda stroke yang muncul mendadak tidak boleh dianggap sepele, terutama pada usia muda.

Editor : Ubaidillah
#stroke pada anak muda #obstructive sleep apnea #tanda stroke #gejala stroke #stroke