News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kepala BPOM Sebut Kurkumin Kunyit dan Temulawak Berpotensi Kalahkan Ginseng Korea

Ubaidillah • Rabu, 3 Juni 2026 | 06:24 WIB
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar. (Foto: detikHealth/Averus)
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar. (Foto: detikHealth/Averus)

 

RadarBangkalan.id - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, menyoroti besarnya potensi herbal dan jamu Indonesia yang dinilai mampu bersaing di pasar global. Menurutnya, kualitas tanaman herbal Indonesia tidak kalah dibandingkan produk herbal populer dari negara lain, termasuk ginseng asal Korea Selatan.

Taruna menjelaskan tantangan utama saat ini bukan terletak pada kualitas bahan baku, melainkan bagaimana mengelola dan menstandarkan produk herbal agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Baca Juga: Rahasia Awet Muda Jerry Yan di Usia 49 Tahun, Rajin Olahraga hingga Jarang Main HP

"Ginseng itu sebenarnya juga berasal dari tumbuhan. Kita memiliki potensi yang sangat besar untuk bersaing," ujarnya saat ditemui di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).

Salah satu komoditas unggulan yang disebut memiliki prospek besar adalah kurkumin, senyawa bioaktif alami yang banyak ditemukan dalam kunyit dan temulawak.

Kurkumin Dinilai Memiliki Beragam Manfaat Kesehatan

Menurut Taruna, ginseng selama ini dikenal memiliki manfaat sebagai vasodilator, yakni membantu memperlancar sirkulasi darah. Namun, kurkumin disebut memiliki manfaat yang lebih luas.

Baca Juga: Sering Begadang karena Main HP? Dokter Ingatkan Risiko Stroke Meningkat

Selain membantu memperbaiki aliran darah, kurkumin juga memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

"Tapi kurkumin jauh lebih kuat lagi karena memiliki potensi antioksidan, vasodilator, dan antiinflamasi," kata Taruna.

Ia menilai dari sisi manfaat kesehatan, kurkumin memiliki keunggulan yang dapat menjadi modal besar bagi industri herbal Indonesia untuk berkembang lebih jauh.

Baca Juga: Dadan Hindayana Buka Suara Usai Dicopot dari Kepala BGN, Singgung Hak Prerogatif Presiden

Potensi Herbal Indonesia Belum Dimaksimalkan

Meski memiliki sumber daya melimpah, Taruna mengakui pemanfaatan herbal Indonesia masih belum optimal. Banyak tanaman obat tradisional yang belum melalui proses standardisasi dan pengembangan berbasis riset yang memadai.

Baca Juga: Dadan Hindayana Buka Suara Usai Dicopot dari Kepala BGN, Singgung Hak Prerogatif Presiden

Padahal, Indonesia memiliki beragam tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional, mulai dari kunyit, temulawak, jahe, hingga berbagai jenis rempah lainnya.

Menurutnya, penguatan riset, inovasi, serta standardisasi produk menjadi langkah penting agar herbal Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.

Baca Juga: Benjolan di Leher Belum Tentu Gondongan, Dokter Jelaskan Bedanya dengan Gondok

Jamu Berpotensi Dikembangkan untuk Kesehatan dan Kosmetik

Selain untuk kesehatan, Taruna melihat potensi besar pemanfaatan bahan herbal Indonesia dalam industri kecantikan dan kosmetik.

Kandungan senyawa aktif seperti alkaloid, antioksidan, dan zat antiinflamasi pada tanaman herbal dinilai dapat membantu melawan radikal bebas yang berkaitan dengan proses penuaan.

Baca Juga: Apakah Nutrisi Susu Hilang Setelah Dipanaskan? Profesor IPB Beri Penjelasan

Ia mencontohkan bahan-bahan seperti kunyit, jahe, dan temulawak yang selama ini dikenal sebagai bahan jamu tradisional berpotensi dikembangkan menjadi produk perawatan tubuh dan kosmetik modern.

"Dengan kandungan antioksidan dan antiinflamasi yang dimiliki, bahan herbal dapat memberikan efek lebih segar dan membantu menjaga kesehatan kulit," jelasnya.

Baca Juga: Tak Bisa BAB Meski Makan 7 Pepaya, Wanita Ini Alami Sembelit Parah Selama 23 Tahun

Taruna berharap pengembangan herbal Indonesia ke depan tidak hanya fokus pada produk kesehatan, tetapi juga mampu menjangkau industri farmasi, kosmetik, dan produk berbasis bahan alam lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Baca Juga: Viral Influencer Minum 11 Suplemen Sekaligus, Amankah bagi Kesehatan? Ini Kata Ahli

Editor : Ubaidillah
#ginseng #temulawak #herbal #bpom #kunyit