RadarBangkalan.id - Kisah seorang wanita asal Taiwan bernama Yuanxi kembali menjadi sorotan publik setelah pengalamannya mengalami sembelit kronis selama 23 tahun viral di media sosial. Kondisi yang dialaminya terungkap melalui hasil pemeriksaan rontgen yang menunjukkan perubahan ekstrem pada posisi usus besar.
Cerita tersebut pertama kali dibagikan Yuanxi melalui platform media sosial Taiwan, Dcard, pada 2021. Namun belakangan, unggahan tersebut kembali ramai diperbincangkan dan menyita perhatian warganet.
Baca Juga: Rahasia Awet Muda Jerry Yan di Usia 49 Tahun, Rajin Olahraga hingga Jarang Main HP
Usus Besar Memanjang hingga Dekati Rongga Dada
Menurut laporan media Taiwan SETN, Yuanxi memutuskan menjalani pemeriksaan X-ray karena sudah tidak sanggup menahan penderitaan akibat sembelit yang dialaminya sejak kecil.
Baca Juga: Sering Begadang karena Main HP? Dokter Ingatkan Risiko Stroke Meningkat
Hasil pemeriksaan membuat tim medis terkejut. Dokter menemukan bahwa usus besar atau kolon miliknya memanjang secara tidak normal dan bergeser ke arah atas hingga mendekati rongga dada.
Penumpukan feses yang berlangsung selama bertahun-tahun juga menyebabkan sebagian usus kehilangan bentuk lipatan alami karena terus-menerus meregang untuk menampung kotoran.
Meski terlihat sehat dari luar, Yuanxi harus menghadapi kesulitan buang air besar hampir sepanjang hidupnya.
Baca Juga: Dadan Hindayana Buka Suara Usai Dicopot dari Kepala BGN, Singgung Hak Prerogatif Presiden
Pernah Tidak BAB Selama 17 Hari
Yuanxi mengaku memiliki pengalaman ekstrem dengan tidak buang air besar selama 17 hari.
Baca Juga: Benjolan di Leher Belum Tentu Gondongan, Dokter Jelaskan Bedanya dengan Gondok
Sejak kecil, ia telah berkonsultasi dengan banyak dokter. Namun sebagian besar hanya menyarankan untuk memperbanyak minum air putih dan meningkatkan konsumsi sayur.
Berbagai metode alami juga telah dicobanya untuk melancarkan pencernaan.
Ia rutin mengonsumsi makanan tinggi serat, buah-buahan, sayuran, hingga makanan yang mengandung enzim alami seperti pepaya. Namun upaya tersebut tidak memberikan hasil yang signifikan.
Baca Juga: Apakah Nutrisi Susu Hilang Setelah Dipanaskan? Profesor IPB Beri Penjelasan
"Saya bahkan pernah menghabiskan tujuh buah pepaya berukuran besar dan dua buah naga besar dalam waktu satu minggu. Hasilnya tetap tidak bisa buang air besar," ungkap Yuanxi.
Tak hanya itu, setiap kali ingin BAB, ia harus duduk atau jongkok di toilet selama satu hingga dua jam.
Dokter Sarankan Operasi Pengangkatan Usus Besar
Berdasarkan laporan media lokal Taiwan pada 2021, dokter menyebut satu-satunya solusi permanen yang dapat dilakukan adalah operasi kolektomi atau pengangkatan seluruh usus besar.
Baca Juga: Tak Bisa BAB Meski Makan 7 Pepaya, Wanita Ini Alami Sembelit Parah Selama 23 Tahun
Meski demikian, dokter memastikan posisi usus Yuanxi belum sampai mengganggu fungsi jantung.
Namun, Yuanxi mengaku takut menjalani operasi besar tersebut karena khawatir terhadap risiko komplikasi jangka panjang yang mungkin terjadi setelah prosedur pembedahan.
Baca Juga: Viral Influencer Minum 11 Suplemen Sekaligus, Amankah bagi Kesehatan? Ini Kata Ahli
Apa Penyebab Sembelit Kronis?
Sembelit kronis terjadi ketika pergerakan tinja di dalam usus besar berlangsung terlalu lambat sehingga feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko sembelit kronis antara lain:
Baca Juga: Kenkulus Viral Disebut Balita Genius, Ini Menu Makanan Favorit yang Dikonsumsi Sejak Kecil
- Kurang konsumsi serat
- Kurang minum air putih
- Minim aktivitas fisik
- Kebiasaan menahan BAB
- Gangguan saraf
- Diabetes
- Hipotiroidisme
- Sindrom iritasi usus besar (IBS)
- Penyakit Parkinson
- Kelainan struktur usus
Dalam beberapa kasus, sembelit kronis juga dapat disebabkan oleh penyumbatan atau gangguan fungsi otot dan saraf yang berperan dalam proses buang air besar.
Baca Juga: Viral Wanita Kena Kanker Kulit Diduga Akibat Manicure UV, Dokter Bagikan Tips Aman
Para ahli menyarankan agar seseorang segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami sembelit berkepanjangan, terutama jika disertai nyeri perut hebat, perdarahan saat BAB, atau perubahan pola buang air besar yang berlangsung lama.
Editor : Ubaidillah