Waspadai 5 Gejala Kanker Darah di Kulit yang Sering Dianggap Sepele

Ubaidillah • Dipublikasikan Kamis, 4 Juni 2026 | 06:41 WIB
Foto: llustrasi kanker kulit (Getty Images/kali9)
Foto: llustrasi kanker kulit (Getty Images/kali9)

 

RadarBangkalan.id - Leukemia merupakan salah satu jenis kanker darah yang terjadi akibat pertumbuhan sel darah abnormal secara tidak terkendali. Penyakit ini terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya leukemia myeloid yang memengaruhi perkembangan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit, serta leukemia limfositik yang menyerang perkembangan sel darah putih.

Selain menimbulkan gangguan pada sistem darah, leukemia juga dapat memunculkan berbagai tanda pada kulit. Gejala ini sering kali dianggap sebagai masalah kulit biasa sehingga kerap terlambat dikenali.

Baca Juga: Momen Dadan Hindayana Digelandang ke Mobil Tahanan Usai Jadi Tersangka Korupsi BGN

Berikut sejumlah perubahan kulit yang dapat menjadi tanda kanker darah berdasarkan informasi dari berbagai sumber kesehatan.

1. Mudah Mengalami Memar

Memar menjadi salah satu gejala yang cukup sering ditemukan pada penderita leukemia. Kondisi ini terjadi akibat rendahnya jumlah trombosit yang berperan dalam proses pembekuan darah.

Berbeda dengan memar biasa yang muncul karena benturan, memar akibat leukemia bisa muncul tanpa penyebab yang jelas dan cenderung lebih sering terjadi.

Baca Juga: Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi Program MBG, Kejagung Ungkap Modusnya

2. Folikulitis atau Benjolan Mirip Jerawat

Folikulitis merupakan infeksi pada folikel rambut yang biasanya disebabkan oleh bakteri atau jamur. Gejalanya berupa benjolan kecil yang terasa gatal dan menyerupai jerawat.

Baca Juga: Susah BAB Selama 23 Tahun, Hasil Rontgen Wanita Taiwan Ini Bikin Merinding

Pada penderita leukemia, sistem kekebalan tubuh yang melemah membuat tubuh lebih rentan mengalami infeksi kulit, termasuk folikulitis.

3. Kurap atau Infeksi Jamur Kulit

Kurap atau tinea adalah infeksi jamur yang dapat menyerang berbagai bagian tubuh. Penyakit ini mudah menular melalui kontak langsung maupun lingkungan yang lembap.

Karena daya tahan tubuh menurun, penderita kanker darah memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi jamur seperti kurap.

Baca Juga: Rahasia Awet Muda Jerry Yan di Usia 49 Tahun, Rajin Olahraga hingga Jarang Main HP

4. Vaskulitis

Vaskulitis merupakan peradangan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan di berbagai organ tubuh.

Saat muncul pada kulit, vaskulitis biasanya ditandai dengan bintik-bintik merah, ungu, atau cokelat akibat perdarahan kecil di bawah permukaan kulit. Kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan sistem imun yang terjadi pada penderita leukemia.

Baca Juga: Sering Begadang karena Main HP? Dokter Ingatkan Risiko Stroke Meningkat

5. Leukemia Cutis

Leukemia cutis merupakan kondisi ketika sel leukemia menyebar ke kulit. Gejala ini umumnya muncul pada stadium lanjut penyakit.

Baca Juga: Benjolan di Leher Belum Tentu Gondongan, Dokter Jelaskan Bedanya dengan Gondok

Tanda-tandanya dapat berupa:

• Ruam atau bintik-bintik pada kulit

• Benjolan kecil yang padat

• Nodul atau benjolan keras

• Eritroderma atau peradangan kulit yang luas

• Lesi berwarna merah, ungu, cokelat, kuning, abu-abu, atau kebiruan

Kondisi ini memerlukan pemeriksaan medis segera untuk memastikan penyebabnya.

Baca Juga: Apakah Nutrisi Susu Hilang Setelah Dipanaskan? Profesor IPB Beri Penjelasan

Kanker Darah Banyak Ditemukan pada Anak

Data Global Burden of Cancer menunjukkan bahwa kanker darah termasuk salah satu jenis kanker yang paling sering ditemukan pada anak.

Meski penyebab pasti leukemia belum diketahui, sejumlah faktor risiko terus diteliti. Salah satunya adalah obesitas yang dapat memicu peradangan kronis dalam tubuh.

Baca Juga: Tak Bisa BAB Meski Makan 7 Pepaya, Wanita Ini Alami Sembelit Parah Selama 23 Tahun

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Airlangga, Prof. Dr. dr. I Dewa Gede Ugrasena SpA(K), menjelaskan bahwa kelebihan jaringan lemak dapat menyebabkan inflamasi kronis yang berpotensi mendukung pertumbuhan sel abnormal.

Selain itu, obesitas juga sering disertai gangguan metabolisme dan peningkatan kadar insulin yang diduga dapat meningkatkan risiko mutasi sel serta pertumbuhan sel yang tidak terkendali.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hubungan langsung antara obesitas dan risiko kanker darah pada anak.

Baca Juga: Viral Influencer Minum 11 Suplemen Sekaligus, Amankah bagi Kesehatan? Ini Kata Ahli

Pentingnya Deteksi Dini

Perubahan pada kulit memang tidak selalu menandakan kanker darah. Namun, jika gejala seperti memar tanpa sebab, ruam yang tidak kunjung sembuh, atau infeksi kulit berulang muncul bersamaan dengan keluhan lain seperti mudah lelah, demam, atau penurunan berat badan, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan.

Deteksi dini dapat membantu meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Editor : Ubaidillah
gejala kanker perubahan kulit leukemia kanker darah tanda kanker darah di kulit