RadarBangkalan.id - Label "less sugar" kini banyak ditemukan pada berbagai produk makanan dan minuman kemasan. Klaim tersebut sering membuat konsumen menganggap produk yang dibeli lebih sehat dan memiliki kandungan gula rendah.
Namun, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, mengingatkan bahwa istilah less sugar tidak selalu berarti produk tersebut rendah gula.
Baca Juga: Jangan Terkecoh Less Sugar, BPOM Minta Konsumen Perhatikan Nutri Level
Dalam diskusi detikcom Leaders Forum bertajuk "Jebakan Hidden Sugar: Ada di Mana-mana, Diam-diam Bikin Gemuk", Jumat (5/6/2026), Taruna menjelaskan bahwa BPOM menggunakan standar istilah low sugar, bukan less sugar.
"Kalau ukurannya BPOM itu kita masuknya low sugar bukan less sugar. Kalau disebutkan low sugar itu memang kandungan gulanya kurang, kalau less sugar tergantung pembandingnya," ujar Taruna.
Baca Juga: Olahraga Terlalu Keras Bisa Picu Gagal Ginjal? Kenali Bahaya Rhabdomyolysis
Menurutnya, istilah less sugar hanya menunjukkan bahwa kadar gula suatu produk lebih rendah dibandingkan produk pembanding yang sejenis. Namun, selisihnya bisa sangat kecil sehingga belum tentu membuat produk tersebut masuk kategori rendah gula.
Baca Juga: Hidden Sugar Jadi Jebakan Diet, Ahli Ungkap Cara Membaca Label Nutrisi yang Benar
Sebagai contoh, jika terdapat minuman dengan kandungan gula 100 gram dan produk lain mengandung 95 gram gula, maka produk kedua dapat mengklaim less sugar karena kadar gulanya lebih rendah dibandingkan produk pertama.
Baca Juga: Pria Ini Nekat Buka 'Pabrik Sperma' Ilegal di Media Sosial, Klaim Sudah Punya 180 Anak
Padahal, secara keseluruhan kandungan gula 95 gram masih tergolong sangat tinggi.
"Tapi kalau menurut ukurannya BPOM 95 gram itu sudah tinggi, sudah dapat label merah seharusnya," jelasnya.
Less Sugar Belum Tentu Sehat
Taruna menegaskan bahwa konsumen perlu memahami perbedaan mendasar antara less sugar dan low sugar.
Baca Juga: Bocah 7 Tahun Kena Gagal Ginjal Stadium 5, Awalnya Dikira Penyakit Biasa
Istilah low sugar menunjukkan produk benar-benar memenuhi batas kandungan gula rendah sesuai standar yang berlaku. Sementara itu, less sugar hanya bersifat komparatif atau membandingkan dengan produk lain.
Karena itu, produk dengan klaim less sugar masih bisa mengandung gula dalam jumlah tinggi dan belum tentu lebih sehat untuk dikonsumsi secara rutin.
"Istilah less dan low itu beda. Kalau low itu rendah kalau less itu lebih rendah dibanding, mungkin juga cuma nol koma berapa. Jadi itu pintarnya para pelaku usaha, less atau low," kata Taruna.
Baca Juga: Minuman Manis Bisa Picu Gagal Ginjal, Kemenkes Soroti Konsumsi Tinggi pada Anak
BPOM Dorong Masyarakat Perhatikan Nutri Level
BPOM mengimbau masyarakat agar tidak hanya terpaku pada klaim pemasaran yang tercantum di kemasan produk. Konsumen disarankan untuk memperhatikan informasi nilai gizi dan label Nutri Level yang kini menjadi panduan dalam menilai kandungan gula, garam, dan lemak pada produk pangan.
Baca Juga: Waspadai 5 Gejala Kanker Darah di Kulit yang Sering Dianggap Sepele
Melalui sistem Nutri Level, masyarakat dapat lebih mudah mengetahui apakah suatu produk memiliki kandungan gula rendah, sedang, atau tinggi melalui kode warna dan kategori yang telah distandarkan.
Dengan memahami perbedaan antara less sugar dan low sugar, konsumen dapat membuat pilihan yang lebih bijak serta menghindari konsumsi gula berlebih yang berisiko meningkatkan obesitas, diabetes, dan berbagai penyakit metabolik lainnya.
Baca Juga: Bocah 7 Tahun Kena Gagal Ginjal Stadium 5, Awalnya Dikira Penyakit Biasa
Editor : Ubaidillah