News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Nyeri Pinggang Menjelang Tidur? Waspadai Gejala Saraf Kejepit Jika Menjalar ke Kaki

Ubaidillah • Minggu, 7 Juni 2026 | 05:51 WIB
Nyeri pinggang. Foto: Getty Images/rudi_suardi
Nyeri pinggang. Foto: Getty Images/rudi_suardi

 

RadarBangkalan.id - Banyak orang mengeluhkan sakit pinggang yang muncul saat berbaring menjelang tidur. Setelah seharian beraktivitas, rasa nyeri tersebut kerap menimbulkan kekhawatiran karena dianggap sebagai tanda saraf kejepit.

Dokter spesialis bedah saraf, dr Victorio SpBS dari Lamina Hospital, menjelaskan bahwa nyeri pinggang saat berbaring tidak selalu menandakan adanya saraf kejepit.

Baca Juga: Sering Kerja di Kafe Sambil Bawa Laptop? Waspada Saraf Kejepit Mengintai

Menurutnya, kondisi tersebut umumnya disebabkan oleh otot pinggang atau sendi pada tulang belakang yang mengalami penggunaan berlebihan atau overuse selama beraktivitas.

"Biasanya gejala itu berasal dari overuse pada otot atau sendi-sendi di tulang belakang," ujar dr Victorio saat ditemui di Lamina Hospital, Jumat (5/6/2026).

Ia menambahkan, apabila nyeri berkurang setelah beristirahat atau setelah memperbaiki posisi tubuh, kemungkinan besar kondisi tersebut bukan disebabkan oleh saraf kejepit.

"Kalau setelah dikoreksi posisinya atau istirahat lalu membaik, biasanya bukan saraf kejepit," jelasnya.

Baca Juga: Gula Aren vs Gula Pasir, Kemenkes Ungkap Fakta yang Sering Disalahpahami

Baca Juga: Telur Ceplok vs Telur Dadar Campur Tepung, Mana Lebih Bergizi untuk Anak?

Cara Meredakan Nyeri Pinggang yang Baru Muncul

Saat nyeri pinggang muncul secara mendadak dan terasa cukup mengganggu, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan di rumah.

• Istirahat dan mengurangi aktivitas berat sementara waktu.

Baca Juga: Jangan Terkecoh Less Sugar, BPOM Minta Konsumen Perhatikan Nutri Level

• Mengompres area yang paling nyeri menggunakan kompres dingin pada 24 hingga 48 jam pertama.

• Mengganti kompres dingin dengan kompres hangat apabila nyeri sudah berlangsung dua hingga tiga hari.

Menurut dr Victorio, kompres dingin membantu mengurangi peradangan pada fase awal cedera, sedangkan kompres hangat dapat membantu merilekskan otot yang tegang setelah beberapa hari.

Baca Juga: Olahraga Terlalu Keras Bisa Picu Gagal Ginjal? Kenali Bahaya Rhabdomyolysis

Kapan Harus Curiga Saraf Kejepit?

Saraf kejepit umumnya memiliki gejala yang lebih khas dibandingkan nyeri otot biasa. Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah nyeri yang menjalar dari pinggang ke bagian tubuh lainnya.

"Kalau nyeri pinggang menjalar sampai ke kaki atau yang disebut radicular pain, itu sudah menjadi red flag," kata dr Victorio.

Baca Juga: Hidden Sugar Jadi Jebakan Diet, Ahli Ungkap Cara Membaca Label Nutrisi yang Benar

Nyeri tersebut dapat menjalar ke:

• Paha

• Lutut

• Betis

• Hingga telapak kaki

Selain rasa nyeri, sebagian penderita juga bisa mengalami sensasi kesemutan, baal, atau kelemahan pada tungkai.

Jika gejala tersebut muncul, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Pria Ini Nekat Buka 'Pabrik Sperma' Ilegal di Media Sosial, Klaim Sudah Punya 180 Anak

Jangan Abaikan Nyeri Menjalar

Meski sebagian besar nyeri pinggang disebabkan oleh kelelahan otot atau postur tubuh yang kurang baik, keluhan yang menjalar hingga kaki tidak boleh dianggap sepele.

Baca Juga: Bocah 7 Tahun Kena Gagal Ginjal Stadium 5, Awalnya Dikira Penyakit Biasa

Pemeriksaan oleh dokter dapat membantu mendeteksi apakah terdapat gangguan pada saraf, bantalan tulang belakang, atau struktur lain di area pinggang yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Editor : Ubaidillah
#pinggang sakit #nyeri pinggang #radicular pain #saraf kejepit