RadarBangkalan.id - Serangan jantung tidak selalu terjadi ketika seseorang sedang melakukan aktivitas berat atau mengalami tekanan emosional. Kondisi darurat ini juga dapat muncul ketika seseorang sedang beristirahat, bahkan saat tidur.
Karena terjadi ketika tubuh sedang tidak sadar, gejala serangan jantung malam hari sering kali tidak dikenali. Banyak orang mengira keluhan yang muncul hanya gangguan tidur biasa, sehingga penanganan medis menjadi terlambat.
Baca Juga: Kenali Gejala Kanker Usus Besar yang Sering Diabaikan, Bisa Menyerang Usia Muda
Memahami tanda-tanda serangan jantung saat tidur penting agar pertolongan dapat diberikan secepat mungkin.
Mengapa Serangan Jantung Bisa Terjadi Saat Tidur?
Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung ketika seseorang sedang tidur.
1. Obstructive Sleep Apnea (OSA)
Salah satu faktor yang berkaitan dengan serangan jantung saat tidur adalah obstructive sleep apnea (OSA).
Baca Juga: Kanker Payudara Ternyata Bisa Menyerang Pria, Kisah Tyler Mane Buka Kesadaran Baru
OSA merupakan gangguan tidur yang menyebabkan seseorang mengalami henti napas berulang kali akibat saluran napas menyempit atau tersumbat.
Gangguan pernapasan tersebut dapat menyebabkan kadar oksigen dalam tubuh menurun, termasuk pasokan oksigen ke jantung. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kerusakan otot jantung.
Konsultan perawatan intensif dan kegawatan kardiovaskular, Dian Zamroni, SpJP, menjelaskan bahwa otot jantung memiliki bagian yang berfungsi sebagai sistem listrik dan bagian yang berfungsi sebagai pompa.
Jika bagian listrik jantung mengalami gangguan, risiko gangguan irama jantung yang fatal dapat terjadi lebih cepat.
Baca Juga: Diwarnai 3 Kartu Merah, Meksiko Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan 2-0
2. Gejala Tidak Disadari Saat Tidur Pulas
Saat tidur nyenyak, seseorang mungkin tidak menyadari tanda awal serangan jantung seperti nyeri dada atau rasa tertekan di area dada.
Kondisi tersebut berbahaya karena keterlambatan mendapatkan pertolongan dapat memperbesar risiko komplikasi.
Apa Itu Serangan Jantung?
Serangan jantung terjadi ketika aliran darah dan oksigen menuju otot jantung mengalami penyumbatan.
Menurut Mayo Clinic, penyumbatan umumnya terjadi akibat penumpukan plak yang berasal dari lemak dan kolesterol di dalam pembuluh darah jantung.
Baca Juga: Tak Cuma Rugikan Ekonomi, Korupsi Ternyata Berdampak pada Kesehatan Mental
Ketika plak pecah, gumpalan darah dapat terbentuk dan menghalangi aliran darah. Akibatnya, sebagian jaringan otot jantung dapat mengalami kerusakan atau kematian karena kekurangan oksigen.
Baca Juga: Rahasia Kopi Lebih Sehat, Tambahkan Bumbu Dapur Ini untuk Bantu Turunkan Risiko Diabetes
Gejala Serangan Jantung Saat Tidur
Beberapa tanda serangan jantung yang dapat muncul saat tidur antara lain:
Baca Juga: Rahasia Kopi Lebih Sehat, Tambahkan Bumbu Dapur Ini untuk Bantu Turunkan Risiko Diabetes
Nyeri atau Tekanan di Dada
Nyeri dada akibat serangan jantung biasanya terasa seperti:
- Dada ditekan atau tertindih
- Rasa terjepit
- Nyeri seperti pegal atau berat
Nyeri Menjalar ke Bagian Tubuh Lain
Rasa tidak nyaman dapat menyebar ke:
Baca Juga: Klaim Membengkak, BPJS Kesehatan Butuh Suntikan Dana Rp 20 Triliun
- Bahu
- Lengan
- Punggung
- Leher
- Rahang
- Gigi
- Perut bagian atas
Sesak Napas
Sesak napas yang muncul tanpa aktivitas berat dapat menjadi tanda adanya gangguan pada jantung.
Keluhan ini dapat terjadi ketika seseorang sedang berbaring maupun saat beristirahat.
Baca Juga: BPOM Gerebek Gudang Kosmetik Ilegal di Tangerang, Nilainya Capai Rp 27,6 Miliar
Gejala Lain
Tanda lain yang dapat menyertai serangan jantung meliputi:
- Berkeringat berlebihan
- Mual
- Rasa tidak nyaman pada tubuh
Baca Juga: Harga Obat Mulai Naik Imbas Rupiah Melemah, Menkes Budi Buka Suara
Cara Mendiagnosis Serangan Jantung
Jika muncul tanda yang mengarah pada serangan jantung, seseorang perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Dokter biasanya melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:
Baca Juga: Sering Kerja di Kafe Sambil Bawa Laptop? Waspada Saraf Kejepit Mengintai
- Elektrokardiogram (EKG) untuk melihat aktivitas listrik jantung.
- Tes darah untuk mendeteksi tanda kerusakan otot jantung.
- Ekokardiogram untuk melihat kondisi dan fungsi jantung.
- Angiogram koroner untuk mengetahui lokasi penyumbatan pembuluh darah.
Tips Tidur yang Lebih Sehat untuk Jantung
Kualitas tidur yang baik dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan:
- Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
- Mendapatkan paparan sinar matahari pagi.
- Melakukan aktivitas fisik secara rutin.
- Menghindari olahraga berat menjelang waktu tidur.
- Mengurangi penggunaan ponsel atau komputer sebelum tidur.
- Tidak makan dalam jumlah besar beberapa jam sebelum tidur.
- Menjaga kamar tidur tetap nyaman, gelap, dan sejuk.
Baca Juga: Anak Usia Berapa Boleh Diberi Susu Formula? Ini Kata Prof Rini Sekartini
Terkait posisi tidur, beberapa penelitian menemukan adanya perubahan aktivitas jantung pada posisi tertentu. Namun, hingga kini belum ada bukti kuat bahwa tidur miring ke kanan meningkatkan risiko gagal jantung.
Faktor Risiko Serangan Jantung
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung meliputi:
- Usia yang semakin bertambah.
- Tekanan darah tinggi.
- Kadar kolesterol LDL tinggi.
- Kebiasaan hidup tidak sehat.
- Kurang aktivitas fisik.
- Obesitas.
- Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Mengenali gejala sejak awal menjadi langkah penting karena serangan jantung membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah kerusakan jantung yang lebih berat.
Baca Juga: Gula Aren vs Gula Pasir, Kemenkes Ungkap Fakta yang Sering Disalahpahami
Editor : Ubaidillah